image
sambooks
Archieves under: Celoteh Sophie

Semangat Baru Setelah Lebaran

October 22nd, 2007

Mestinya hari ini Bunda mengajakku berenang seperti hari-hari minggu pagi sebelum puasa lalu. Tapi sedari pagi Bunda masih terbaring dan Ayahpun yang biasanya semangat mengantar Bunda sibuk membereskan barang-barang di bengkel kerjanya. Rupanya Ayah tak tega membangunkan Bunda karena beberapa hari ini Bunda kena Flu, dan Ayahpun baru saja pulih dari radang tenggorokannya.

Lebaran tahun ini Ayah sengaja mengurungkan niat untuk pulang ke rumah Eyang Jogja karena kehamilan Bunda. Padahal Bunda ingin sekali mudik karena belum pernah merasakan mudik sebelumnya. Mungkin Ayah tak mau pengalaman mudik pertama Bunda ini menjadikan Bunda trauma mengingat mudik bukanlah hanya sekedar mempersiapkan kegembiraan tapi juga harus didukung fisik yang prima selama perjalanan. Dan bicara fisik rasanya Bunda memang harus berfikir panjang untuk bersikeras ikut mudik. Gantinya kami akan berlebaran bersama Kakek dan Nenek Jakarta. Tak ada beda malahan mungkin Ayah bisa menikmati perannya sebagai “Suami Siaga” selain lebih berbaur dengan keluarga Bunda. Dan dari sanalah sakit Ayah dan Bunda didapat. Akibat kecapekan jalan ke Subang tempat Uyut hingga jalan ke puncak keesokan harinya. Jadilah hari libur setelah lebaran ini banyak Ayah Bunda gunakan untuk istirahat dan batallah acara photo-photo di Melrimba Puncak yang ingin Bunda lakukan. Tak perlu disesali karena lebaran tahun ini sangat terasa berbeda dan sungguh luar biasa! [……..]

15 Comments; | Read on »

Ranjau Kantong Plastik

October 22nd, 2007

Meski hari raya telah lewat tapi ternyata urusan belanja tetap harus dilakukan. Terlebih belanja bulanan yang selalu datang di akhir bulan atau tepatnya menjelang gajian. Seperti bulan-bulan belakangan ini, satu troli akan penuh dengan berbagai keperluan untuk tiga puluh hari mulai dari urusan kaki sampai kepala melebar dari urusan penampilan hingga kesehatan. Berbeda dengan saat aku masih bujang rupanya setelah berkeluarga urusan belanja bulanan lebih bisa terkontrol dan benar-benar antri dari keperluan pokok terlebih dulu. Mungkin itu positifnya. Namun tetap saja belanja banyak ataupun sedikit aku selalu dihadapkan dilema begitu sampai di depan kasir. Bukan perkara bayar tapi perkara pembungkus! Dilema untuk membiarkan barang-barang saya dikemas oleh kasir dalam berbelas kantung plastik atau bersikap ekstrem untuk membungkus dan menganggkut sendiri barang saya dengan wadah yang telah saya siapkan dari rumah.

Belakangan saya sadari keberadaan kantong-kantong plastik itu sangat mengganggu tidak saja mata saya tapi juga kepedulian saya. Terlepas bahwa kantung plastik telah memberikan solusi dalam memberikan alternatif material yang awet, ringan dan murah sebagai pembungkus namun ada sisi lain yang membuat kita harus bijak memakai material ini. Apalagi kalau bukan masalah sulitnya material ini terurai di tanah hingga menimbulkan polusi. Terlebih lagi kota ini belum memiliki sistem pengelolaan limbah yang terpadu hingga bisa mendaur ulang sampah non organik serta belum tertanamnya kesadaran masyarakat akan kepedulian mengenai polusi plastik ini.[…….]

9 Comments; | Read on »

Aku, si Buruk Rupa & WWF

October 5th, 2007

Sudah mulai 2006 lalu secara tak resmi aku menjadi kontributor tulisan di media WWF. Bersama 3 teman lain secara berkala pihak WWF menghubungi kami dengan satu tema tulisan untuk kami tulis dan publikasikan di media WWF entah itu Salam (sahabat Alam) online maupun yang newsletter. Setelah tulisan tentang Sampah pada News letter WWF [DI SINI], kali ini pada Buletin Salam Online aku menulis tentang ikan Napoleon. Tulisan lengkap ada [Di SINI]. Dan berikut petikannya:

Ikan Napoleon: Si Buruk Rupa yang Tak Ternilai

Kontributor: Be Samyono

Jangan menilai buku dari kulitnya, mungkin pepatah ini tepat dialamatkan pada ikan terumbu ini. Ikan Napoleon (Cheilinus undulatus) yang kerap dipanggil ikan menami oleh penduduk daerah Wakatobi ini memiliki gerakan lamban menakutkan, warna biru gelap, kening besar serta ukuran yang bisa mencapai panjang 2,29 cm dan bobot 191 kg. Di balik fisiknya, ternyata ikan ini sangat populer sebagai sajian istimewa. Di Hongkong, hidangan ikan Napoleon dibandrol hingga 80 dollar US perkilonya. Sehingga ia tidak saja diagungkan karena kelezatan dan kemahalannya namun memakan Napoleon juga sebagai lambang status sosial.[……..]

4 Comments; | Read on »

About Me



About Mine

    RSS SamBizz

    • UAI Business Launching #8
      Perjalanan 8  tahun Business launching merupakan perjalanan yang patut di apresiasi, tidak saja menunjukkan konsistensi namun juga perkembangan kualitas dan skala eventnya.  Selain itu patut pula diapresiasi bagaimana Univ. Al Azhar berkomitmen dalam pengembangan wirausaha di Indonesia sesuai dengan visinya sebagai Entreprising University.  Memberi wadah dan pendidikan yang mumpuni untuk terciptanya entrepreneur yang berkarakter islami […]
    • UAI Business Launching #7
      Entrepreneurship lebih dari sekadar memulai sebuah bisnis. Entrepreneurship, dalam arti luas, adalah jawaban terhadap munculnya berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan lingkungan hidup yang terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk di negara kita. Di tengah dunia yang berubah begitu cepat, semangat dan jiwa kewirausahaan sangat dibutuhkan setiap organisasi, utamanya dalam menciptakan peluang-peluang baru, menawarkan solusi, dan […]

    RSS SamWords [Fiction]

    • Patok
      By Be Samyono (28082009-13.34)Kepalaku sudah dalam peciku, tubuhkupun telah berada dalam sarungku. Dan kini seperti beberapa tahun yang lalu aku kembali berada disini. Di Musholla ini. Musholla persinggahan. Tempat menumpang saat tarawih ramadhan datang.Tak ada yang berubah. Pilar kokoh berukir masihlah menaungi, muram berbalut tarikan benang jaring laba-laba. Permadani hijau bergambar kubah
    • Aku “Dipaku Priaku” Mengucap
      By Be Samyono (17112008-09.30)Hanya terinspirasi begitu saat aku menuliskan fiksi “Dipaku Priaku”. Inspirasi dari beberapa teman dengan pengalaman serupa dan terispirasi dari rekan yang terlepas pasungnya. Sebaris email minggu aku terima dari seorang diantara mereka. Dari seorang AKU “DIPAKU PRIAKU” yang berucap:Hai Sahabatku yang Memahami Hatiku….Setelah sekian lama, akhirnya kau berbagi tentang

    RSS SamLens [Photography]



My Bizz



My Networks



Category



Recently Writing

Recent Comments

  1. Joko: We love them as they are. Pray all the best for my lovely daughters Amin
  2. imgar: smoga tahun depan bisa ke sana.
  3. sam: ada bu video kelahirannya. kalau lihat lagi jadi gak tega hahaha
  4. Oline: ilona seperti pelengkap kebahagiaan ya pak. what a great name :-) kalau ada videonya, boleh liat dong pak...
  5. sam: Makasih mbak. Iyo soal jeneng iki malah mikire 9 bulan lebih hahahaha
  6. sam: makasih oom mamat. Moga menjadi kehidupan yang di ridhoi
  7. retnanda: selamat ya.. namanya bagus banget… suka… mengingat dulu susah banget merangkai nama untuk anak...
  8. mamat: Wah selamat yah. Membaca ini seperti dibawa ke sebuah rangkaian cerita tentang kehidupan. Selamat datang Kikan...
  9. IJe: kantor pusatnya yang dekat monas oom.. iklannya yang baru, yang 3 hari 3 malam itu..
  10. besamyo: bisa di rekomendasikan provider tsb tante?
  11. IJe: abis baca jadi inget pengalaman temen pake provider yg sama untuk paket BB, pulsanya abis kesedot ngga sesuai...
  12. ndah: wow cakep2 ya om xixixi *lostfocus*
  13. acep: komentar pertama nih, donasi yang bisa di berikan selain uang ap lagi ya???
  14. imgar: mas, apa kabar ? udah lama gak mampir di sini.. hehe..

Syndicate

  1. RSS 2.0
  2. Atom
  3. RSS 2.0 (Comments)

Statbadge

I am:

Kunjungan:

  • 1 currently online
  • 5 maximum concurrent
  • 511011 total visitors


Socialite


    Komunitas MHI Tennis

    Promote Your Page Too