Si Baby Ini & Itu?

Dibanding dengan Baby lain seusiaku atau malah dengan sepupu ku yang seumur mungkin berkah yang terberi padaku adalah kemampuan bicara. Di umur 21 bulan aku cukup fasih untuk diajak komunikasi, bercerita ataupun bernyanyi juga berdoa. Bagi Ayah bunda ini cukup menghibur setelah masalah berat badanku yang cukup “ringan” dibanding rekan lain sebayaku. Soal omong aku tak tahu kenapa secepat ini aku bisa bisa berkomunikasi dengan tutur yang fasih dan tepat. Apakah lingkunganku yang memang mendukung budaya tutur atau karena Ayah Bunda tak pernah menerimaku menggunakan bahasa tangis sehingga aku lebih banyak diajak komunikasi secara verbal. Usil punya usul ternyata Ayah dan Bunda paling bisa memilah dan memperhatikan sikapku.

Katanya Aku Baby TUWIR:

Bagaimana tidak aku suka mengucapkan kalimat yang mereka pandang sangat tua untuk umurku misalkan saat aku mulai berlagak tuwir dengan kata-kata yang aku punya seperti. “Hati-hati ya bunda, be carefull” atau “hati-hati, jangan di jalan nanti ada motor” kala aku ucapkan di depan rumah sebelum Ayah dan Bunda berangkat kerja. Kalimat mempersilahkanpun mereka terima dengan geleng-geleng padahal aku cuman bilang “Ayo papa thotho makan dulu” atau “Ayah kaos kakinya lepas dulu” begitu papa thotho bertandang ke rumah atau Ayah baru pulang dari kantor. Tak jarang Nenekpun sering dapat nasehat dari aku saat aku sakit “nek makannya sudah, nanti aku muntah loh!” atau “gak mau minum susu nenek, nanti muntah” atau malah pernah mendengar ayah batuk aku langsung mengambilkan air minum buat ayah sembari bilang “Ayah batuk, minum dulu ya”[…….]

Continue Reading

You may also like

Reuni Offline

Setelah lebaran kemarin begitu banyak photo rekan-rekan jaman SMA maupun Kuliah yang bertebaran di Facebook dalam acara reuni. Komentarpun saling menimpali mulai dari pernyataan mengenai perubahan dalam 15-20 tahunan yang terjadi hingga candaan ala kebersamaan tempo doeloe. Tidak itu saja. ketakjuban, keheranan dan rasa kangenpun campur aduk menciptakan canda dan rasa terima kasih. Sayang aku tak ada di semua event itu, aku hanya bisa terbatas mengomentari sekaligus menerima kritikan kenapa justru tidak datang di acara yang aku sendiri usulkan. Nah!

Kekuatan Facebook memang luar biasa, karenanyalah dalam kurang dari 2 bulan sebagian besar teman seangkatan di SMA 1 Magetan dan semua teman seangkatan Arsitektur Petra kembali bertemu. Reuni online-pun terjadi dengan saling bergosip dan mengaduk-aduk ingatan lama saat jaman bersama sekaligus perburuan mencari temen-teman yang hilang. Groups dan Fansbookpun segera dibuat untuk mewadahi semua teman yang mulai terberai. Waktu seakan kembali berputar bagai baru kemarin semua itu terjadi. Dan sedetik kemudian bagai tersentak betapa waktu itu semua hampir terkubur dan betapa berubahnya kami kini. Tak hanya fisik yang mulai berkerut dan melebar kesamping, kehidupan kamipun sudah tak banyak yang sendiri, berkeluarga dan mempunyai junior.

[…….]

Continue Reading

You may also like

Uban Telanjang

Dibilang uban adalah gejala adanya gangguan sintesa protein. Sel melanosit jadi tak mampu lagi menghasilkan pigmen (melanin) sehingga rambut menjadi kehilangan warna, dan dikatakan proses ini akan berlangsung begitu kita menginjak usia 40 tahun. Informasi yang sulit aku amini mengingat saat usiakulepas dari 17 tahun si uban telah menyisip diantara ribuan helai rambut hitamku. Dicabut, itulah langkah awal yang sederhana yang dulu aku lakukan meski efeknya membuta gatal dan merinding. Menginjak kuliah dan kerja temen-teman si uban mulai menyisip dan tak ada yang bisa kulakukan kecuali membiarkan. Hingga puncaknya saat usia 27 an uban ini menjadi tak kepalang. Menolak untuk dicabut dengan alasan sakit semirlah yang akhirnya menjadi solusi. Tak tanggung tanggung warna hitam kebiruan, burgundi, maroon dan dark brownpun pernah diupayakan hanya untuk menutupi si uban. Puncaknya saat wisuda S2 rambutku bener-benar terbakar warna MERAH! Dua tahun terakhir ini rasa insyaf akan semir warna terang membuatku paten memilih Natural Balck sebagai pilihan. Alasan cukup sederhana. Kulit dan mukaku yang dikata lebih mirip orang Nusa Tenggara ini lebih pantas memakai warna hitam daripada warna terang ala koboy yang tak pernah mandi. Kesan kontras lebih nyata daripada terang yang justru membuatku tampak “kumuh”.

Artikel yang mengatakan bahaya menyemir rambut terlalu sering karena mamicu adanya kanker membuatku berfikir ualang akan kebiasaanku yang menyemir rambut tiap 2 bulan. Perlahan aku biarkan semir hitam terakhir memudar seiiring tumbuhnya rambut. Positifnya rambutku menjadi lebih ringan dan lebih mudah diatur karena semir yang biasa melekat hilang, namun disisi lain komentar mulai aku tuai karena teman dan sahabat rupanya takjub melihat rambutku yang sudah memutih hampir sepertiganya dengan tiba-tiba. Bahkan temen-teman di S3 terheran-heran. […….]

Continue Reading

You may also like

Pribadi Unik Seorang Baby (oleh Ayah)

Suatu ketika saya lelah sekali dengan kondisi, tidak saja badan saya tapi juga pikiran. Saat seperti ini, kondisi saya tak jauh dari kata autis – tak mampu merespon stimulasi dari luar. Namun sungguh mengherankan, bila stimulasi itu berupa pertanyaan mengenai Baby saya hasilnya akan jauh beda. Entah energi siapa yang membakar, seakan saya tak bisa putus menceritakan baby mungil saya dengan mata terbinar dan kelelahan yang sirna. Mungkin inilah kekuatan semangat yang dibarakan oleh seorang anak yang tak pernah kita sadari saat tersulut.

Cerita mengenai baby sophie selalu indah, selalu membuat tergelak dan gemas meski tak saya pungkiri disisi lain Baby Sophie adalah seorang anak yang kadang tak ubahnya berpolah seperti anak-anak sebayanya, tumbuh dan berkembangan dengan dinamisnya sekurun waktu yang dilaluinya. Ngambek, malas, menangis, mogok ataupun protes merupakan polah lainnya yang juga saya temukan pada sososknya. Dalam menghadapinya reaksi sayapun tak jarang seperti orang tua yang lain yang menjadi jengkel, marah bahkan tak sabaran.[…….]

Continue Reading

You may also like