image
sambooks

2 Januariku (catatan ayah)

February 3rd, 2010

By Be Samyono (02022010-20.49)

Tak ada keajaiban bagi saya selain melihat Sophie tumbuh dengan segala kebisaannya serta berkembang dengan segala sifat dan raga yang mencerminkan paduan antara saya dan bundanya. Bundanyalah yang mengisi ragawinya dengan kecantikan, kulit putih dan daya tahan tubuh yang luar biasa. Sementara banyak sifat dirinya yang merefleksikan sifat kecil saya seperti banyak omong, keras kepala, sensitif, smart dan amat sangat kreatif. Paduan yang membuat kami sebagai orang tua tak perlu lagi memperebutkan kehakikian kemiripannya dengan kami. Karena bagaimanapun kehadiran dia di sisi kami sudah lebih dari kata rahmat yang harus kami syukuri dan kami pertanggungjawabkan.

Tepat 2 januari kemarin genap 2 tahun usia Sophie. Seperti tahun lalu, ulang tahunnyapun diadakan di Jogja dan Jakarta. Bedanya tahun lalu ulang tahun di Yogya harus di dahului dengan sakit panas karena tumbuh gigi, semeantara kali ini ulang tahun di Jakarta justru yang harus diundur karena sophie kelelahan selama roadshow pulang kampung dan tertularnya virus yang menyerupai cacar air selama 3 hari. Meski Sophie sangat antusias untuk menyambut acara tiup lilinnya namun dengan terpaksa saya meminta bundanya untuk memundurkan acara. Karena bagaimanapun saya ingin Sophie bisa nyaman dan menikmati acaranya sendiri dan bukan menuruti keingina keluarganya semata.

Tak dapat dipungkiri usia 2 tahun sophie merupakan waktu yang menjungkir balikkan kesabaran dan emosi saya sebagai orang tua dalam mendidiknya. Jika sebelumnya saya cukup tenang bagai memainkan layang-layang dengan kendali ditangan, kini semuanya serba labil. Tak hanya layang-layang itu sendiri yang sudah punya kemauan namun anginpun memberi kemungkinan bergoyang. Kini Sophie bukan lagi baby yang bisa digendong dan di arahkan kemana kita mau. Adanya keinginan, kemauan dan segala akal serta upayanya membuat semuanya harus di negosiasikan dan dikomunikasikan dengan tepat. Bukan itu saja pengaruh lingkungan dan keluarga dalam rumah sangat memberi andil yang cukup besar bagi pertumbuhan dan daya nalarnya.

Mungkin sesal saya dialami juga oleh hampir semua orang tua. Kondisi kerja, lingkungan kota dan aktifitas membuat kita sebagai orang tua tidak bisa lagi mendidik dan merawatnya selama 24 jam penuh. Tanggung jawab itu dengan terpaksa harus terbagikan. Mungkin kami beruntung karena Kakek-Nenek Sophie cukup sehat dan mampu untuk mengambil tanggung jawab itu. Namun bagaimanapun kondisi ini cukup berat karena kembali pola asuh dan pendidikannya di rumah harus dikompromikan dengan cara-cara orang tua kita yang bisa jadi kurang tepat untuk masa sekarang. Saya sendiri sadar bukanlah pendidik yang sempurna untuk Sophie. Saya hanya selalu berusaha menyempurnakan di tengah keterbatasan saya dan Bunda Sophiepun tak kurang berupaya juga mendukung pola asuh yang kami sepakati. Kami tak ingin timpang dan bersebrangan dalam menerapkan policy bagi Sophie.

Masih segar dalam ingatan saya bagaimana saya mengajari Sophie untuk tidak takut terhadap apapun, seperti listrik mati, serangga, hantu atau hal-hal yang tak masuk akan lainnya. Segalanya berjalan lancar namun belakangan ini kadang kala ketakutan itu muncul. Usut punya usut hal ini terjadi karena dia menirukan reaksi sepupunya yang selalu di takut-takuti apapun oleh orang tuanya untuk meredam kenakalannya. Pun ketika kami mengajarkan dia untuk tidak memakai bahasa tangisan atau rengekan bila meminta sesuatu terlebih dengan paksaan. Semuanya berjalan lancar namun belakangan kami cukup dipusingkan dengan kecengengan Sophie. Kembali usut punya usut ternyata dia suka digodain oleh orang rumah. Mungkin terbilang remeh seperti mau ditinggal pergi, digoda saat asyik nonton dan sebagainya. Bisa dibilang lucu mendengar rengekan anak kecil namun amat sangat tidak lucu bila hal ini mengubah tabiatnya menjadi cengeng. Kasihan nantinya.

Saya sendiri cukup keras untuk mengajar Sophie mandiri dan Bundanyapun sepakat untuk itu. Bahkan di umur 2 tahun sophie tahu memilih baju dan memakainya, menyalakan DVD yang akan di tontonnya, menyikat gigi juga merapikan mainannya. Saya pernah di protes bahwa ini “memperbudak” anak. Namun saya bantah karena semua tindakan ini adalah untuk membentuk habit. Bila semuanya terbiasa maka akan otomatis menjadi budaya positif. Bahkan harusnya orang tua bangga anak bisa mandiri tanpa tergantung pada siapapun. Ternyata hal ini kadang sulit dipertahankan karena rasa kasihan atau sayang dari orang rumah membuat dia harus diladenin terus menerus. Akibatnya habitnya terbengkalai dan anak mulai tergantung pada orang tua. Rasa sayang seharusnya justru akan memandirikan bukan menjerumuskan.

Terlepas dari itu semua kami belajar dan berfikir positif. Dunia anak tidaklah selalu steril bisa orang tua kendalikan, justru keragaman pola asuh ini benar-benar jadi warna dan bisa dikomunikasikan ke anak hingga anak tahu mana yang tepat dan tidak untuk dirinya. Pun mengenai prilaku anak, yakinilah bahwa anak harus diperkenalkan dengan berbagai macam hal, makanan dan aktifitas. Bisa jadi hari ini dia menolak namun usahakan untuk tak jera memperkenalkan dan mencobakan hal tersebut pada anak. Saya hanya bisa berfikir logis saja bahwa masa-masa ini anak harus punya bekal, harus tahu banyak dan mencoba semua pengalaman hingga satu saat dia bisa tepat memilih untuk dirinya. Satu pilihan yang benar-benar dia inginkan hasil dari “pengalaman”nya, bukan karena ingin kita atau mau kita sebagai orang tua belaka. Kembali harus disadari bahwa dia bersama kita, bukan untuk jadi milik kita … namun menjadi tanggung jawab kita untuk menjadikan dia seperti dirinya.

“Anakku .. Tiada doa kami kecuali untuk harapan akan terbekati segala langkah dan pintamu, dan selalu tercukupkan bekal yang kami beri”

Amien!

Filed under: Celoteh Sophie


One Comments to “2 Januariku (catatan ayah)”

  1. koekoeh says:

    happy b’day to sophie ^^!

Leave a Reply

(required)

(required)


« Ayah Yang Aneh - Mengenalkan Tenis di Usia Dini »

About Me



About Mine

    RSS SamBizz

    • Self Coaching Practice
      Tak dipungkiri beberapa kali tercatat ketidak konsistenan merambah pada penulisan blog ini semenjak dibuat.  Alasan klasik, sibuk. Dan alasan yang tak dapat ditolerir adalah kemalasan.  Sementara kebosanan menjadi alasan yang menggantung menginat tulis menulis adalah sebuah passion bagi saya.  Saya tak ingin mencari kambing hitam.  Selain menerimanya sebagai […]
    • Belajar Dari Si Start Up Business
      Heterogen. Begitulah gambaran TDA Jaksel saat ini.  Semenjak penataan keanggotaan dan pembentukan KMM baru dimulai awal Februari lalu, lebih dari 65% anggota dan simpatisan [fresh blood] berkegiatan online di milist FB TDA Jaksel.  Terbilang 6 KMM Running Business dan 2 KMM Start Up Business terbentuk dengan anggota 7-10 orang yang terkumpul berdasarkan pemi […]

    RSS SamWords [Fiction]

    • Patok
      By Be Samyono (28082009-13.34)Kepalaku sudah dalam peciku, tubuhkupun telah berada dalam sarungku. Dan kini seperti beberapa tahun yang lalu aku kembali berada disini. Di Musholla ini. Musholla persinggahan. Tempat menumpang saat tarawih ramadhan datang.Tak ada yang berubah. Pilar kokoh berukir masihlah menaungi, muram berbalut tarikan benang jaring laba- […]
    • Aku “Dipaku Priaku” Mengucap
      By Be Samyono (17112008-09.30)Hanya terinspirasi begitu saat aku menuliskan fiksi “Dipaku Priaku”. Inspirasi dari beberapa teman dengan pengalaman serupa dan terispirasi dari rekan yang terlepas pasungnya. Sebaris email minggu aku terima dari seorang diantara mereka. Dari seorang AKU “DIPAKU PRIAKU” yang berucap:Hai Sahabatku yang Memahami Hatiku….Setelah se […]

    RSS SamLens [Photography]



My Bizz



My Networks



Category



Recently Writing

Recent Comments

  1. acep: komentar pertama nih, donasi yang bisa di berikan selain uang ap lagi ya???
  2. imgar: mas, apa kabar ? udah lama gak mampir di sini.. hehe..
  3. besamyo: sabar yah tante sepulang jalan-jalan after weekend ini :)
  4. retno hemawati: aku menanti sambungannya, ayo dong segera! hehe
  5. tante mitha ayu: sophie dah diceritain dongeng ny.luma blum sm ayah…:)
  6. sam: iyah nih bunda abin….. betul-betul minggu yang menguras emosi
  7. yna: duh kinan ngambek ya… skr dah ga lagi kan? :) tuk papa-mama, tetap semangat ya, itu wujud protes si kecil...
  8. Susan Noerina: Salam kenal yah Ka Sophie dari Zahia :-) Toss dulu ah Zahia juga ga suka sama yang kotor2. Hihihi,...
  9. koekoeh: happy b’day to sophie ^^!
  10. yaya: maaf kelebihan 1 huruf ;)
  11. yaya: Sophie dah gede aja :D
  12. tuteh: update… :P
  13. tuteh: Wew, buah jatuh nggak jauh dari pohon.. gitu ya, mas Sam? Hehehehe… salam buat keluarga (Sophie dan...
  14. bunda zikra: sophie, kamu lucu banget sih. iya tante setuju deh kalo kamu baby tuwir haha. zikra juga bisa dibilang...
  15. motik: halo sophie… salam kenal juga ya :) ya ampun sophie pinter banget nih ngomongnya udah lancar banget....
  16. bunda kimi: salam kenal kembali dari Mas Akhtar dan adik kimi, waduh..waduh…mbak Sophie sudah pinter banget...
  17. rahasiabunda: cerita yang indah dan menggelitik… luv u baby sophie

Syndicate

  1. RSS 2.0
  2. Atom
  3. RSS 2.0 (Comments)

Statbadge

I am:

Kunjungan:

  • 3 currently online
  • 26 maximum concurrent
  • 82669 total visitors


Socialite


    Komunitas MHI Tennis

    Promote Your Page Too