BARANG KERAMAT! Begitu ayah mengolok-olok bantal hati kakak Maya. Betapa tidak keramat, kakak Maya sama sekali tak bisa dipisahkan dengan bantal itu bila pergi keluar kota atau tidur di tempat saudara. Padahal bantal itu benar-benar tidak layak pakai, bukan hanya karena telah hilang empuknya saja tapi juga aroma khas ompol sangat menusuk. Wajar karena bantal itu ada sejak kakak Maya bayi. Ayah yang usil suka menyembunyikan bantal itu atau dibuat mainan rebutan dengan kakak Maya. Rupanya tak hanya kakak Maya seorang yang punya barang keramat. Kakak Ais nyaris mempunyai barang keramat yang serupa dengan milik kakak Maya, bedanya sarung bantal kakak Ais tak pernah dicuci!. demikian juga kakak Dika mempunyai guling yang menjadi andalannya waktu tidur. Entah mengapa barang keramat ini benar-benar menjadi primadona. Mungkin karena keberadaan barang-barang ini membuat nyaman dan aman bagi diri kita terlebih kebanyakan barang-barang ini adalah barang yang memang dimiliki sejak bayi disamping kebanyakan berfungsi sebagai teman kita tidur. Bisa jadi! Padahal kalau dilihat barang-barang keramat ini pada dasarnya amat sangat tidak layak pakai. Ambil contoh punya kakak Maya. Tidak saja warnanya yang sudah pudar, empuknyapun sudah hilang plus aroma ompolnya itu. wah amat sangat menyengat.
Kakak Ais belakangan agak berkurang ketergantungannya dengan bantal buluknya. Ini karena seringnya tidur berpindah. Tak hanya tidur dirumahnya tapi kadang tidur di rumah kakek dari ibu atau bapaknya. Nah seringkali bantal itu lupa kebawa. Sekali dua kali mungkin agak menyusahkan tapi lama-lama tak menjadi masalah. Kecuali tidur dirumah bantal itu harus siap menjadi teman tidurnya. Bisa jadi ini jadi terapi buat teman-teman yang terlalu tergantung pada barang-barang keramatnya!. Hingga nggak selalu rewel bila barang itu kebetulan tak ada disisi kita.[…….]