Johor Bahru Si Kota Niaga Melayu

By Be Samyono (09012012.11.45)

Seselip tulisan yang terlupa saat kami escape dari kelompok besar Juli 2010 lalu ketika kami mengantar keluarga besar Jogja untuk jalan-jalan ke Singapore.  Universal Studio adalah tujuan utama, namun karena Sophie belum bisa menikamti permainan disana sementara saya dan Bunda sudah beberapa kali kesana  alhasil kami memilih untuk mengantar Sophie menikmati main air di Vivo City.  Pun saat liburan keluarga Jogja usai, kami meneruskan perjalanan ke Johor Bahru.  Sebenernya bukan sekali kami ke Johor Bahru. Namun tidak lebih jauh dari JB City Squre.  Cerita Bunda mengenai sisi lain dari Johor Bahru cukup memikat.  Terlebih Johor Bahru bisa dicapai dalam hitungan menit dari Singapore dengan biaya hemat dengan menggunakan bus.

Gerbang imigrasi Johor Bahru bukan lagi gedung tua kusam dan tak terawat seperti saat saya berkunjung kesana 2003 silam.  Kemegahan sebagai wajah depan sebuah negara ditunjukkan untuk menandingi gerbang akhir imigrasi Singapore di Woodland.  Saya sempat takjub dengan perubahan yang sangat revolusioner ini.  Berlima kami menyusur lorong-lorong mall yang terhubung dengan pintu imigrasi untuk mencari jalan keluar guna mencari taksi untuk mengantar kami ke hotel Thistle.  Seperti biasa Sophie menikmati perjalanan ini mulai dari MRT hingga pindah ke Bus.  Stroler sebagai senjata utama menjadi andalannya bila dia kecapekan berjalan.  Perjalanan 2 hari 1 malampun akan segera dimulai.

Hotel bintang 5 Thistle, tempat kami menginap sangat manawan berada di depan Lapangan City Hall yang disaat sore dan weekend sering digunakan untuk aktifitas warga dan pasar rakyat yang menggelar bazar makanan. Dengan fasilitas lengkap menghadap laut, arsitektur minimalis dan selera khas Hyatt dulunya, hotel ini cukup mengejutkan karena harganya tak lebih dari Rp 700 ribu.  Sungguh merupakan value yang luar biasa yang kami dapatkan untuk libutran ini.  Tak lebih dari 10-15 menit kami telah mencapai hotel ini dengan menggunakan taxi.  Sesaat kami istirahat kami membicarakan cara untuk berkeliling untuk besok.  Sudah menjadi hal yang jamak bila taxi disini bisa di sewa perjam untuk berkeliling.  Masalahnya taksi mana yang akan memberikan tawaran yang terbaik itulah yang kami rundingkan.

Beruntung saat kami mencari makan keluar hotel menuju Jasco satu mall terbesar di Johor Bahru kami menemukan taxi dengan pengemudi yang cukup bersahabat.  Tidak saja dalam menservise namun juga memberikan rate harga hingga merupakan pilihan yang tepat untuk mengantar kami berkeliling besok. Rupanya keberuntungan kami belum berakhir.  Saat dinnerpun kami menemukan bahwa makanan di Johor Bahru mempunyai cita rasa tepat dilidah yang tak jauh beda dari Indonesia.  Sangat kontras bila membicarakan makanan di KL.  Dan bicara mengenai Johor Bahru yang merupakan ujung negara malaysia terlihat bahwa pembangunan cukup merata dan berkembang.  Terbersit iri melihat kesejahteraan rakyat negeri Jiran lebih banyak diperhatikan daripada berkaca dengan negeri sendiri.  Keberuntungan kami malam ini terlengkapi dengan perjalanan lumayan bebas macet meski biasanya suasana tidaklah begini.

Usai makan pagi yang cukup ramai dan berselera. Kami bersiap menunggu jemputan berkeliling Johor Bahru dengan taksi semalam.  Supaya tidak menghabiskan waktu, kami sekaligus melakukan check out karena rencananya langsung kembali ke Singapore dan balik Jakarta sore harinya.  Sophie tak mempermasalahkan jadwal ini mengingat kemarin sore kami telah memberinya waktu spesial bermain di pool hotel yang lumayan mengasikkan dan lengkap fasilitasnya.

Perjalanan kami dimulai dari depan hotel.  City Hall Square.  Bangunan menghadap laut yang diapit 2 lapangan yang cukup luas ini nampak megah dan masih teramat. Demikian juga dengan menaranya yang ada.  Pantaslah kalau menjadi landmark jantung kota ini.  Satu hal yang mengejutkan ketika kami menyodorkan gambar bangunan  serupa istana untuk dikunjungi.   Tak disangka itu adalah komplek makam Di raja Mahmoodiah Johor Bahru. Sekilas akan nampak bangunan kolonial dengan dome dan menara kecil serupa gereja yang sangat terawat namun ternyata bangunan ini berada di tengah area pemakaman yang cukup luas.  Sebentar kami mengelilinga keseluruhan bangunan yang kembali tak kami sangka bila ini adalah satu komplek makam.

Saat tiba di komplek masjid Sultan Abu bakar sekilas kami melihat bangunan besar sangat simetri dengan 2 menara samping dan satu menara utama di tengahnya.  Masjid Sultan Abu Bakar yang merupakan satu dari masjid terindah di Malaysia dengan desain arsitektur gabungan antara gaya muslim India, Persia dan gaya Eropa.  Kami sempat masuk ke dalamnya dan mengagumi betapa terawat dan uniknya masjid ini.  Melengkapi perjalanan ini kami singgah di  Museum Istana Sultan Abu Bakar, disini dipajang berbagai perlengkapan istana seperti barang antik, furnitur, perlengkapan makan, koleksi mata uang.  Perjalanan berakhir di Sultan Ibrahim Building.  Bangunan yang masih terawat dengan konsep kolonial art deko ini menjadi kantor hingga kami tidak leluasa untuk masuk.  Beruntung si sopir taksi banyak bercerita mengenai sejarah dan cerita tempat-tempat yang kami kunjungi.  Meski dengan dialek melayu yang kental setidaknya kami cukup jelas mengetahui apa maknanya.

Seakan sangat cepat perjalanan ini namun sangat mengasikkan menggali budaya dan sejarah satu tempat yang memiliki cerita tersendiri.  Tak terkecuali Johor Bahru karena selain meninggalkan cerita di bangunan yang kami kunjungi, kota niaga laut inipun mempunyai sejarah yang lekat dengan kerajaanmelayu yang ada di Indonesia.  Jelas sesungguhnya kata serumpun itu benar adanya.

Tengah hari kami telah berada di imigrasi untuk kembali ke Singapore.  Via Changi kami kembali lagi ke Jakarta.  Bisa jadi tempat yang kami kunjungi bukanlah tempat tujuan utama dan favorite banyak orang.  Namun ternyata  ketidak favoritan itu justru seringkali memberi sesuatu yang beda dan memberikan nilai ketertarikan lebih dalam.dan inilah yang kami dapatkan di Johor Bahru.

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

You may also like

Ibu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *