image
sambooks

Johor Bahru Si Kota Niaga Melayu

February 21st, 2012

By Be Samyono (09012012.11.45)

Seselip tulisan yang terlupa saat kami escape dari kelompok besar Juli 2010 lalu ketika kami mengantar keluarga besar Jogja untuk jalan-jalan ke Singapore.  Universal Studio adalah tujuan utama, namun karena Sophie belum bisa menikamti permainan disana sementara saya dan Bunda sudah beberapa kali kesana  alhasil kami memilih untuk mengantar Sophie menikmati main air di Vivo City.  Pun saat liburan keluarga Jogja usai, kami meneruskan perjalanan ke Johor Bahru.  Sebenernya bukan sekali kami ke Johor Bahru. Namun tidak lebih jauh dari JB City Squre.  Cerita Bunda mengenai sisi lain dari Johor Bahru cukup memikat.  Terlebih Johor Bahru bisa dicapai dalam hitungan menit dari Singapore dengan biaya hemat dengan menggunakan bus.

Gerbang imigrasi Johor Bahru bukan lagi gedung tua kusam dan tak terawat seperti saat saya berkunjung kesana 2003 silam.  Kemegahan sebagai wajah depan sebuah negara ditunjukkan untuk menandingi gerbang akhir imigrasi Singapore di Woodland.  Saya sempat takjub dengan perubahan yang sangat revolusioner ini.  Berlima kami menyusur lorong-lorong mall yang terhubung dengan pintu imigrasi untuk mencari jalan keluar guna mencari taksi untuk mengantar kami ke hotel Thistle.  Seperti biasa Sophie menikmati perjalanan ini mulai dari MRT hingga pindah ke Bus.  Stroler sebagai senjata utama menjadi andalannya bila dia kecapekan berjalan.  Perjalanan 2 hari 1 malampun akan segera dimulai.

Hotel bintang 5 Thistle, tempat kami menginap sangat manawan berada di depan Lapangan City Hall yang disaat sore dan weekend sering digunakan untuk aktifitas warga dan pasar rakyat yang menggelar bazar makanan. Dengan fasilitas lengkap menghadap laut, arsitektur minimalis dan selera khas Hyatt dulunya, hotel ini cukup mengejutkan karena harganya tak lebih dari Rp 700 ribu.  Sungguh merupakan value yang luar biasa yang kami dapatkan untuk libutran ini.  Tak lebih dari 10-15 menit kami telah mencapai hotel ini dengan menggunakan taxi.  Sesaat kami istirahat kami membicarakan cara untuk berkeliling untuk besok.  Sudah menjadi hal yang jamak bila taxi disini bisa di sewa perjam untuk berkeliling.  Masalahnya taksi mana yang akan memberikan tawaran yang terbaik itulah yang kami rundingkan.

Beruntung saat kami mencari makan keluar hotel menuju Jasco satu mall terbesar di Johor Bahru kami menemukan taxi dengan pengemudi yang cukup bersahabat.  Tidak saja dalam menservise namun juga memberikan rate harga hingga merupakan pilihan yang tepat untuk mengantar kami berkeliling besok. Rupanya keberuntungan kami belum berakhir.  Saat dinnerpun kami menemukan bahwa makanan di Johor Bahru mempunyai cita rasa tepat dilidah yang tak jauh beda dari Indonesia.  Sangat kontras bila membicarakan makanan di KL.  Dan bicara mengenai Johor Bahru yang merupakan ujung negara malaysia terlihat bahwa pembangunan cukup merata dan berkembang.  Terbersit iri melihat kesejahteraan rakyat negeri Jiran lebih banyak diperhatikan daripada berkaca dengan negeri sendiri.  Keberuntungan kami malam ini terlengkapi dengan perjalanan lumayan bebas macet meski biasanya suasana tidaklah begini.

Usai makan pagi yang cukup ramai dan berselera. Kami bersiap menunggu jemputan berkeliling Johor Bahru dengan taksi semalam.  Supaya tidak menghabiskan waktu, kami sekaligus melakukan check out karena rencananya langsung kembali ke Singapore dan balik Jakarta sore harinya.  Sophie tak mempermasalahkan jadwal ini mengingat kemarin sore kami telah memberinya waktu spesial bermain di pool hotel yang lumayan mengasikkan dan lengkap fasilitasnya.

Perjalanan kami dimulai dari depan hotel.  City Hall Square.  Bangunan menghadap laut yang diapit 2 lapangan yang cukup luas ini nampak megah dan masih teramat. Demikian juga dengan menaranya yang ada.  Pantaslah kalau menjadi landmark jantung kota ini.  Satu hal yang mengejutkan ketika kami menyodorkan gambar bangunan  serupa istana untuk dikunjungi.   Tak disangka itu adalah komplek makam Di raja Mahmoodiah Johor Bahru. Sekilas akan nampak bangunan kolonial dengan dome dan menara kecil serupa gereja yang sangat terawat namun ternyata bangunan ini berada di tengah area pemakaman yang cukup luas.  Sebentar kami mengelilinga keseluruhan bangunan yang kembali tak kami sangka bila ini adalah satu komplek makam.

Saat tiba di komplek masjid Sultan Abu bakar sekilas kami melihat bangunan besar sangat simetri dengan 2 menara samping dan satu menara utama di tengahnya.  Masjid Sultan Abu Bakar yang merupakan satu dari masjid terindah di Malaysia dengan desain arsitektur gabungan antara gaya muslim India, Persia dan gaya Eropa.  Kami sempat masuk ke dalamnya dan mengagumi betapa terawat dan uniknya masjid ini.  Melengkapi perjalanan ini kami singgah di  Museum Istana Sultan Abu Bakar, disini dipajang berbagai perlengkapan istana seperti barang antik, furnitur, perlengkapan makan, koleksi mata uang.  Perjalanan berakhir di Sultan Ibrahim Building.  Bangunan yang masih terawat dengan konsep kolonial art deko ini menjadi kantor hingga kami tidak leluasa untuk masuk.  Beruntung si sopir taksi banyak bercerita mengenai sejarah dan cerita tempat-tempat yang kami kunjungi.  Meski dengan dialek melayu yang kental setidaknya kami cukup jelas mengetahui apa maknanya.

Seakan sangat cepat perjalanan ini namun sangat mengasikkan menggali budaya dan sejarah satu tempat yang memiliki cerita tersendiri.  Tak terkecuali Johor Bahru karena selain meninggalkan cerita di bangunan yang kami kunjungi, kota niaga laut inipun mempunyai sejarah yang lekat dengan kerajaanmelayu yang ada di Indonesia.  Jelas sesungguhnya kata serumpun itu benar adanya.

Tengah hari kami telah berada di imigrasi untuk kembali ke Singapore.  Via Changi kami kembali lagi ke Jakarta.  Bisa jadi tempat yang kami kunjungi bukanlah tempat tujuan utama dan favorite banyak orang.  Namun ternyata  ketidak favoritan itu justru seringkali memberi sesuatu yang beda dan memberikan nilai ketertarikan lebih dalam.dan inilah yang kami dapatkan di Johor Bahru.

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Filed under: My Journey


Sorry, the comment form is closed at this time.

Sorry, the comment form is closed at this time.

« - »

About Me



About Mine

    RSS SamBizz

    • UAI Business Launching #8
      Perjalanan 8  tahun Business launching merupakan perjalanan yang patut di apresiasi, tidak saja menunjukkan konsistensi namun juga perkembangan kualitas dan skala eventnya.  Selain itu patut pula diapresiasi bagaimana Univ. Al Azhar berkomitmen dalam pengembangan wirausaha di Indonesia sesuai dengan visinya sebagai Entreprising University.  Memberi wadah dan pendidikan yang mumpuni untuk terciptanya entrepreneur yang berkarakter islami […]
    • UAI Business Launching #7
      Entrepreneurship lebih dari sekadar memulai sebuah bisnis. Entrepreneurship, dalam arti luas, adalah jawaban terhadap munculnya berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan lingkungan hidup yang terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk di negara kita. Di tengah dunia yang berubah begitu cepat, semangat dan jiwa kewirausahaan sangat dibutuhkan setiap organisasi, utamanya dalam menciptakan peluang-peluang baru, menawarkan solusi, dan […]

    RSS SamWords [Fiction]

    • Patok
      By Be Samyono (28082009-13.34)Kepalaku sudah dalam peciku, tubuhkupun telah berada dalam sarungku. Dan kini seperti beberapa tahun yang lalu aku kembali berada disini. Di Musholla ini. Musholla persinggahan. Tempat menumpang saat tarawih ramadhan datang.Tak ada yang berubah. Pilar kokoh berukir masihlah menaungi, muram berbalut tarikan benang jaring laba-laba. Permadani hijau bergambar kubah
    • Aku “Dipaku Priaku” Mengucap
      By Be Samyono (17112008-09.30)Hanya terinspirasi begitu saat aku menuliskan fiksi “Dipaku Priaku”. Inspirasi dari beberapa teman dengan pengalaman serupa dan terispirasi dari rekan yang terlepas pasungnya. Sebaris email minggu aku terima dari seorang diantara mereka. Dari seorang AKU “DIPAKU PRIAKU” yang berucap:Hai Sahabatku yang Memahami Hatiku….Setelah sekian lama, akhirnya kau berbagi tentang

    RSS SamLens [Photography]



My Bizz



My Networks



Category



Recently Writing

Recent Comments

  1. Joko: We love them as they are. Pray all the best for my lovely daughters Amin
  2. imgar: smoga tahun depan bisa ke sana.
  3. sam: ada bu video kelahirannya. kalau lihat lagi jadi gak tega hahaha
  4. Oline: ilona seperti pelengkap kebahagiaan ya pak. what a great name :-) kalau ada videonya, boleh liat dong pak...
  5. sam: Makasih mbak. Iyo soal jeneng iki malah mikire 9 bulan lebih hahahaha
  6. sam: makasih oom mamat. Moga menjadi kehidupan yang di ridhoi
  7. retnanda: selamat ya.. namanya bagus banget… suka… mengingat dulu susah banget merangkai nama untuk anak...
  8. mamat: Wah selamat yah. Membaca ini seperti dibawa ke sebuah rangkaian cerita tentang kehidupan. Selamat datang Kikan...
  9. IJe: kantor pusatnya yang dekat monas oom.. iklannya yang baru, yang 3 hari 3 malam itu..
  10. besamyo: bisa di rekomendasikan provider tsb tante?
  11. IJe: abis baca jadi inget pengalaman temen pake provider yg sama untuk paket BB, pulsanya abis kesedot ngga sesuai...
  12. ndah: wow cakep2 ya om xixixi *lostfocus*
  13. acep: komentar pertama nih, donasi yang bisa di berikan selain uang ap lagi ya???
  14. imgar: mas, apa kabar ? udah lama gak mampir di sini.. hehe..

Syndicate

  1. RSS 2.0
  2. Atom
  3. RSS 2.0 (Comments)

Statbadge

I am:

Kunjungan:

  • 2 currently online
  • 107 maximum concurrent
  • 513094 total visitors


Socialite


    Komunitas MHI Tennis

    Promote Your Page Too