“Bunda aku mau sekolah” Demikian rengekku. Dan kalang kabutlah Bundaku dibuatnya. ini bukan permintaanku yang pertama juga bukan ke tiga. Ini kesekian kalinya. Dan keinginan ini makin besar tiap kali aku melihat kakak-kakak berbaju seragam atau ayah pamit untuk mengajar. Dan aku begitu riang begitu Bunda berjanji akan mencarikan tempat sekolah untukku. Aku pikir keinginanku bersekolah tak berlebihan karena aku punya banyak buku, tas sekolah dan aku suka menyanyi. Meski tante bilang sekolah itu melelahkan tapi aku melihat kegembiraan disana.

Kakek dan nenek ikut meributkan hal ini. Berbeda dari yang diharapkan mereka justru kawatir kalau aku ke sekolah. Terlalu kecil itu alasannya disamping ketakutan bahwa aku akan menghadapi kebosanan. Beda persepsi mungkin menjadi penyebabnya. Di benak kakek-nenek sekolah adalah duduk dibelakang meja dengan setumpuk PR. sekolah ada kegiatan yang akan membuat anak makin tertekan dan menjadi jera bila masuk sekolah. Mungkin mereka belum paham bahwa system pendidikan terus berkembangdan disesuaikan dengan kebutuhan anak. Inilah yang harus Ayah Bunda komunikasikan hingga keinginanku untuk sekolah bisa direspon dengan tepat [.......]
Lupakan untuk naik jejantas penghubung 2 menara kembar petronas. Kami bangun kesiangan, atau tepatnya dibangunkan oleh sophie saat sudah siang. Kami menikmati saja acara dikamar sambil main main dengan sophie yang tak mau melewatkan acara kesukaannya, mandi shower. Ada lega juga tak jadi naik ke petronas walau tiket gratis. apalagi kalau bukan ketakutanku soal ketinggian. Pukul 09.30 kami kumpul di restauran hotel untuk breakfast. Mengejutkannya rasa makanan disini lumayan enak. Saya pilih ala american karena tergoda sup kacang polong kesukaan saya dan menghindari nasi lemak yang berbumbu kari yang kembali “sangat India”!. Pukul 10.30 kami telah berada di KLCC twins tower. Niatan untuk naik jejantas kami urungkan dan kami ganti dengan mengambil photo siang hari di halaman depan dan belakang petronas sembari menunggu sholat jumat. Kamipun ada janji lain dengan Khatty untuk mengantar kami “pusing-pusing” dengan car rental yang akan kami sewa 2 hari.

Sholat jumat menjadi bagian yang menarik karena berlangsung mulai pukul 01.30 pm waktu setempat. Masjid KLCC yang berada 500 meter di belakang Twins tower cukup representatif, sejuk dan hijau. Arsitekturnya cukup modern, tak hanya bagian utama masjid yang didinginkan dengan AC. selasar terbukapun tak luput dari hembusan AC. Tak perlu kawatir untuk menaruh sepatu dan sandal di rak yang disediakan. Meski terbuka kasus kehilangan rasanya jauh dari kata mungkin. tatacaranyapun sedikit berbeda. Sebelum adzan terlebih dahulu diisi siraman rohani. Begitu selesai adzan bersama solat sunah dan selanjutnya dengan tata cara seperti yang kita lakukan. Hanya menariknya doa untuk keselamatan negara dan kesultanan amat dominan selain penggunaan LCD berlayar besar yang menayangkan isi ceramah yang disampaikan khotib. Satu sholat jumat yang sangat menambah wawasan [.......]






