Athlete Keratikus

By Sam [14022020.1837]

ATHLETE

Minggu lalu hanya kami berdua, saya dan Ilona di dalam mobil menjemput bunda dan kakaknya sophie yang berkegiatan di sekolahnya. Seperti biasa kami berbincang tiada putusnya selama perjalanan dimana dia diberi kesempatan duduk di depan. Diseling komentar Ilona tentang berbagai hal yang dilihatnya.  Tiba tiba diapun beride kepada saya:

Ilona: “Ayah bagaimana panjat tebingku kemarin?”

Ayah: “hebat!”

Ilona; “ayah menyukainya?”

Ayah: “tentu saja”.

Ilona: “ya … tapi sayang sekali aku tidak sampai paling atas”.

Ayah: “kamu bisa mencobanya lagi lain hari!” (Padahal dalam hati saya berkata: cukup-cukup )

Ilona: “hei aku punya ide. bagaimana kalau aku mengambil les panjat tebing?”

Ayah: “(what…. nepok jidat saya mendengar idenya)”

Ilona: “boleh khan yah?”

Ayah: “o… tentu saja tidak!”

Ilona: “ayolah … itu sangat menyenangkan. Bagaimana mungkin tidak diijinkan?”

Ayah: “Gymnastic saja sudah bikin deg-degan ayah apalagi panjat tebing. Emang sebenernya kamu pingin jadi apa?”

Ilona: “ATLIT!”

Ayah: “(gubrak)”

(Biarkan ayah menenangkan detak jantung dulu ya nak!)

*******

KERATIKUS

WFH bisa jadi malah tidak bisa santai. Selain kerjaan ngajar kerjaan rumahpun jalan terus. Terlebih kegaiatan anak anak menjadi tambahan beban karena orang tua harus mendampingi. Lengkap sudah ditambah tanpa pembantu. Dimana pembantu yg ada mulai beulah mau gaji utuh tetap tapi ketja hanya mau bantu 1-2 jam sehari itupun akan lebay di medsos bila harus setrika pakaian yg seminggu tak disentuhnya padahal kerjaan membersihkan rumah dan memasak sudah kami kerjakan …. eh malah curcol.

Balik ke topik ya. Hahahaha bicara soal kerjaan dapur sekarang saya sudah punya KERATIKUS. Ikut ikutan kakaknya setiap selesai memasak sekarang ilona akan berebut menjadi pencicip pertama masakan saya. Dengan membawa sendok kecil mereka akan bolak balik mencicipi masakan dan kadang akan mengambilnya dulu sebelum disajikan. Hingga beberapa hari lalu Ilona mendeklarasikan dirimya.

Ilona: “ayah, sekarang aku resmi menjadi KERATIKUS untuk masakan ayah!”

Ayah: “apa? Itu?”

Ilona: “Keratikus ayah. Aku akan selalu menjadi pencicip pertama masakan ayah dan aku akan memberinya komentar!”

Ayah: “itu KRITIKUS ilona !”

Ilona: “oh ya! Seperti itulah!”

ya ya ya

 

 

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *