image
sambooks

Penang – Pinang – Pineng

February 21st, 2013

By Be Samyono (09012012.22.21) 

Bandara Soetta terminal 3 tempat keberangkatan Air Asia masih sepi di pagi buta ini. Bahkan ruang tunggu boardingpun belum dibuka.  Kami terlalu awal datang.  Jam masih menunjukkan pukul 3 pagi.  Mungkin ini akan menjadi perjalanan yang cukup melelahkan.  Selain ini bukan perjalanan yang di rencanakan jauh hari.  Sampai semalampun masih banyak hal yang perlu dibereskan hingga tak ada waktu cukup untuk istirahat.  Dan mungkin yang paling berat adalah ini pertama kalinya saya dan istri saya harus bepergian bersama tanpa si kecil, Sophie.  Terasa ada sesuatu yang berbeda.  Berulangkali bahkan kami mengecek Sophie di tempat neneknya.  Dan bisa dibilang ini perjalanan pelarian karena mencoba sedikit beristirahat keluar dari rutinitas harian kamipun hanya menyempatkan pergi 3 hari 2 malam (tanggal 2-3 Maret 2012 dan kembali tanggal 4 pagi buta)

 

Perjalanan ini memakan waktu lebih lama daripada penerbangan ke KL.  Dihilangkannya pengisian imigration form membuat perjalanan ini lebih tidak merepotkan di bandara kedua negara.  Sekitar pukul 8 waktu setempat kami sampai di Penang International Airport di Bayan Lepas.  Penang sendiri merupakan satu Pulau sebagai pusat pemerintahan dengan George Town sebagai ibukotanya.  Meski bertuliskan Penang namun masyarakat lebih melafalkannya sebagai “Pineng”.  Hal yang mencengangkan adalah pesatnya pembangunan di pulau ini.  Di sekitar bandara dan telah dikembangkan kota modern dengan bangunan pencakar untuk kantor maupun apartment.  Bahkan dalam perjalanan dari airport ke Northam All Suit Hotel di George Town, hamparan pemandangan yang nampak mengingatkan pada Hongkong 20 tahun silam.  Akomodasipun cukup tersedia. Dengan bus kami bisa melaju ke pusat kota (Komtar-komplek Tun abdul Razak) dalam waktu setengah jam dalam kondisi jalan yang mulus dan lengang melewati sisi Penang bridge yang menghubungkan penang pulau dan daratan.  Indah.

PUSING-PUSING HARI 1

Terlalu pagi untuk bisa check in, kami memutuskan menaruh koper di consierge Northam All Suit Penang Hotel dan memulai menikmati pulau ini.  Kami memilih akan mengeskpore sekitar hotel yang kebetulan adalah jalan sepanjang pantai Persiaran Gurney.  Pantai berbatu bukanlah pemandangan yang menarik namun sisi pantai yang tertebar puluhan apartemen tingkat diatas 30 lantai menunjukkan kemoderenitasan kawasan ini.  Terlebih pedestrian yang nyaman memaksa membawa kami berjalan lebih jauh mencari tempat menarik.

Keanekaragaman agama tampak di kawasan jalan Lorong Burma, tak hanya masjid di sudut Jalan Persiaran namun juga gereja, Dhammikarama – Burmese Temple serta Wat Chayamangkalaram – Budist Temple.  Meski mirip namun kedua temple budha tersebut mempunyai elemen serta konsep yang jauh berbeda.  Burmese Temple lebih menarik dan beragam detail yang bisa dilihat, tempatnyapun lebih teduh dengan berbagai bagian lokasi yang berbeda fungsi dan penggunaannya.  Menariknya kedua tempat mendapatkan perawatan yang baik dan tidak sekedar hanya sebagai tempat situs dan simbolik.  Sepanjang siang kami habiskan untuk mengabadiakn photo-photo menarik di sini.

Matahari yang mulai terik membawa kami menuju Mall Gurney paragon untuk makan siang.  Untuk ukuran pulau Pinang mall ini termasuk besar dan mewah.  Beberapa brand Internasionalpun bisa didapati di tempat ini.  Dan yang membuat saya lebih bersorak rupanya rasa masakan di Penang jauh jauh lebih enak daripada di KL. Ini benar-benar surga!  Namun kebalikan dengan di KL, untuk transportasi bus cukup nyaman namun seringkali harus menunggu lama sehingga taksi menjadi alternatif lain walau yang membuat geleng2 tarifnya sama 12 RM untuk jarak yang kemana-mana relatif dekat. Pasrah saja untuk sarana satu ini.

Kami kembali kehotel begitu Matahari mulai meneduh. Mengistrirahatkan badan di lantai 32.  Kamar yang kami tempati merupakan kamar yang paling besar yang pernah kami tempati.  Ruangan terbagi menjadi 2 bagian.  Bagian Public berisi ruang tamu dan kamar mandi tamu sedangkan ruang private terdiri dari bed room dan bath room yang hanya disambungkan dengan partisi terbuka.  Kedepan kami melihat pantai dengan jajaran apartemen yang membuat kaki saya ngilu karena tingginya.  Tempat ini bener-bener sempurna!  Terlebih kolam renang borderlessnya luar biasa menambah bonus pada liburan kami.

Rasa lapar membawa kami menuju 1st Avenue Mall yang berada di Komtar pusat kota.  Dengan menggunakan Bus yang cukup lama menunggu kami menuju kesana.  Di Asian BBQ restoran kami memilih makan. Tak nyana ternyata di restoran yang kami pikir biasa saja ini ternyata rasanya not bad. Malah kami bisa beradaptasi dengan orang-orang sekitar.  Dibanding dengan Mall di wilayah Gurney Mall di Komtar relative berkesan ITC dan ramai.  Sejauh ini kami menemukan kenyamanan dalam perjalanan ini dan tak merasa asing.

OLDIEST DI HARI KE 2

Hari Ke 2 kami manfaatkan semaksimal mungkin untuk mengexplore Penang hingga daratannya.  Kami menunggu bus di Jalan Sultan Ahmad Syah di depan hotel untuk membawa kami ke Weld Quay Terminal yang letaknya tepat di depan Pangkalan Raja tun Uda Ferry Terminal.  Kami berencana untuk menyebrang ke Penang daratan.  Kapal yang tiap setengah jam sekali bertolak cepat kami naiki dengan Tiket 1x pembayaran untuk perjalanan bolak balik. Jangan lupa untuk menyediakan uang receh karena tiket box berupa koin sama halnya seperti naik Bus.  Perjalanan yang mengasyikkan ini memakan waktu 20 menitan dengan pemandangan dok kapal pesiar Virgo serta gereja yang terapung.  Udara pagi benar-benar membuai, sesaat kami ditengah laut Penang daratan telah terlihat jelas.

Sesampai kami di Pangkalan Sultan Abdul halim Ferry Terminal yang berdekatan dengan Station kereta Api Butterworth Kami mengambil Bus menuju Megamall Penang mencari peradaban.  Karena kami lihat bagai langit dan bumi peradaban kepulauan Pinang dan daratannya sangat jauh berbeda.  Kontras.  Lebih dari 30 menit perjalanan kami baru sampai Megamall yang membuat kami kecewa.  Mall yang lumayan besar namun tak lebih dari mall pinggiran jakarta membuat kami hanya berkeliling sejenak untuk kembali lagi ke Butterworth.  Menghibur diri dengan perjalanan dengan Bus yang memang bisa dikatakan layak dan manusiawi sarana infrastrukturnya.

Kami putuskan untuk melanjutkan perjalanan kaki begitu sampe di seberang kembali.  Mengeksplore jalan Bank dimana banyak terdapat bangunan ber-arsitektur kolonial yang sekarang beralih fungsi menjadi Perkantoran perbankan. Mengambil banyak gambar dan menyusur hingga benteng Fort Corwaliss, Penang City Hall, St George Church, Godess Of mercy temple, Masjid Kapitan Keling dan berakhir di Pasar Chowrasta. Namun sepertinya petunjuk yang kami dapat di buku berbeda dengan yang ada. Hingga kami memutuskan untuk membeli beberapa makanan kecil khas seperti hasil laut dan manisan untuk oleh oleh sebelum kembali ke hotel.  Perjalanan dengan jalan kaki ini sangat luar biasa, selain karena kemudahan akses dan kenyamanan jalan suasana lingkunganpun menunjang kami untuk menikmati perjalanan.  Seakan kami menjelajahi musium kota yang bener-benar hidup.

Keputusan yang salah saat kami mencari makan malam di Sunshine City mall. Kami tidak mendapatkan makanan halal dan kembali kami lari ke Perangin mall sebelah 1st Avenue. Menikmati makan malam di Old Town dengan hidangan Khas Pinang yang membuat kangen. Harusnya kami pergi ke atas menuju Gurney yang terlihat lebih lengkap, besar dan berkelas mallnya.  Namun semua ini terobati karena Cat Adam sahabat KL kami beserta keluarganya ada di Pinang dan bertemu kami untuk jalan melihat pasar malam di Batu Feringghi.  Reuni kecil yang tak terduga terjadi.  Tak banyak yang kami nikmati selain lapak kaki lima sepanjang. Dengan memarkir mobil di sekitar Golden Thai kami menghabiskan malam untuk menyusur lapak-lapak itu.  Tengah malam kami turun untuk mengisi perut di Nasi Kandar. Nasi India khas Malaysia.  Saya menahan diri tidak makan karena tak tahan aromanya. Dan mencoba menghemat tenaga karena esok pagi kami harus bertolak ke Jakarta.

Dengan menggunakan Taksi pagi yang ditambah extra Cost kami bertolak ke Bandara.  Terlalu singkat dan terlalu sayang untuk pulang.  Namun Sophie selalu menjadi pertimbangan lain.  Dapat dikata Liburan Penang ini sangat menyenangkan dan mengasyikkan.  Berani untuk kembali.  Akh siapa menolak. … ini terlalu indah untuk tidak diulang.

facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail

Filed under: My Journey


One Comments to “Penang – Pinang – Pineng”

  1. imgar says:

    smoga tahun depan bisa ke sana.

Sorry, the comment form is closed at this time.

« - »

About Me



About Mine

    RSS SamBizz

    • UAI Business Launching #8
      Perjalanan 8  tahun Business launching merupakan perjalanan yang patut di apresiasi, tidak saja menunjukkan konsistensi namun juga perkembangan kualitas dan skala eventnya.  Selain itu patut pula diapresiasi bagaimana Univ. Al Azhar berkomitmen dalam pengembangan wirausaha di Indonesia sesuai dengan visinya sebagai Entreprising University.  Memberi wadah dan pendidikan yang mumpuni untuk terciptanya entrepreneur yang berkarakter islami […]
    • UAI Business Launching #7
      Entrepreneurship lebih dari sekadar memulai sebuah bisnis. Entrepreneurship, dalam arti luas, adalah jawaban terhadap munculnya berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan lingkungan hidup yang terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk di negara kita. Di tengah dunia yang berubah begitu cepat, semangat dan jiwa kewirausahaan sangat dibutuhkan setiap organisasi, utamanya dalam menciptakan peluang-peluang baru, menawarkan solusi, dan […]

    RSS SamWords [Fiction]

    • Patok
      By Be Samyono (28082009-13.34)Kepalaku sudah dalam peciku, tubuhkupun telah berada dalam sarungku. Dan kini seperti beberapa tahun yang lalu aku kembali berada disini. Di Musholla ini. Musholla persinggahan. Tempat menumpang saat tarawih ramadhan datang.Tak ada yang berubah. Pilar kokoh berukir masihlah menaungi, muram berbalut tarikan benang jaring laba-laba. Permadani hijau bergambar kubah
    • Aku “Dipaku Priaku” Mengucap
      By Be Samyono (17112008-09.30)Hanya terinspirasi begitu saat aku menuliskan fiksi “Dipaku Priaku”. Inspirasi dari beberapa teman dengan pengalaman serupa dan terispirasi dari rekan yang terlepas pasungnya. Sebaris email minggu aku terima dari seorang diantara mereka. Dari seorang AKU “DIPAKU PRIAKU” yang berucap:Hai Sahabatku yang Memahami Hatiku….Setelah sekian lama, akhirnya kau berbagi tentang

    RSS SamLens [Photography]



My Bizz



My Networks



Category



Recently Writing

Recent Comments

  1. Joko: We love them as they are. Pray all the best for my lovely daughters Amin
  2. imgar: smoga tahun depan bisa ke sana.
  3. sam: ada bu video kelahirannya. kalau lihat lagi jadi gak tega hahaha
  4. Oline: ilona seperti pelengkap kebahagiaan ya pak. what a great name :-) kalau ada videonya, boleh liat dong pak...
  5. sam: Makasih mbak. Iyo soal jeneng iki malah mikire 9 bulan lebih hahahaha
  6. sam: makasih oom mamat. Moga menjadi kehidupan yang di ridhoi
  7. retnanda: selamat ya.. namanya bagus banget… suka… mengingat dulu susah banget merangkai nama untuk anak...
  8. mamat: Wah selamat yah. Membaca ini seperti dibawa ke sebuah rangkaian cerita tentang kehidupan. Selamat datang Kikan...
  9. IJe: kantor pusatnya yang dekat monas oom.. iklannya yang baru, yang 3 hari 3 malam itu..
  10. besamyo: bisa di rekomendasikan provider tsb tante?
  11. IJe: abis baca jadi inget pengalaman temen pake provider yg sama untuk paket BB, pulsanya abis kesedot ngga sesuai...
  12. ndah: wow cakep2 ya om xixixi *lostfocus*
  13. acep: komentar pertama nih, donasi yang bisa di berikan selain uang ap lagi ya???
  14. imgar: mas, apa kabar ? udah lama gak mampir di sini.. hehe..

Syndicate

  1. RSS 2.0
  2. Atom
  3. RSS 2.0 (Comments)

Statbadge

I am:

Kunjungan:

  • 2 currently online
  • 5 maximum concurrent
  • 511004 total visitors


Socialite


    Komunitas MHI Tennis

    Promote Your Page Too