image
sambooks

Ranjau Kantong Plastik

October 22nd, 2007

By Sam (21102007.19.19)

Meski hari raya telah lewat tapi ternyata urusan belanja tetap harus dilakukan.   Terlebih belanja bulanan yang selalu datang di akhir bulan atau tepatnya menjelang gajian. Seperti bulan-bulan belakangan ini, satu troli akan penuh dengan berbagai keperluan untuk tiga puluh hari mulai dari urusan kaki sampai kepala melebar dari urusan penampilan hingga kesehatan.   Berbeda dengan saat aku masih bujang rupanya setelah berkeluarga urusan belanja bulanan lebih bisa terkontrol dan benar-benar antri dari keperluan pokok terlebih dulu.   Mungkin itu positifnya. Namun tetap saja belanja banyak ataupun sedikit aku selalu dihadapkan dilema begitu sampai di depan kasir.   Bukan perkara bayar tapi perkara pembungkus! Dilema untuk membiarkan barang-barang saya dikemas oleh kasir dalam berbelas kantung plastik atau bersikap ekstrem untuk membungkus dan menganggkut sendiri barang saya dengan wadah yang telah saya siapkan dari rumah.

Belakangan saya sadari keberadaan kantong-kantong plastik itu sangat mengganggu tidak saja mata saya tapi juga kepedulian saya.   Terlepas bahwa kantung plastik telah memberikan solusi dalam memberikan alternatif material yang awet, ringan dan murah sebagai pembungkus namun ada sisi lain yang membuat kita harus bijak memakai material ini.   Apalagi kalau bukan masalah sulitnya material ini terurai di tanah hingga menimbulkan polusi.   Terlebih lagi kota ini belum memiliki sistem pengelolaan limbah yang terpadu hingga bisa mendaur ulang sampah non organik serta belum tertanamnya kesadaran masyarakat akan kepedulian mengenai polusi plastik ini.

Adakala saya iseng untuk mengosongkan wadah tempat dimana keluarga saya menyimpan kantong-kantong plastik bekas untuk jaga-jaga jika perlu pembungkus atau sebagai wadah mengumpulkan sampah sebelum di buang.   Tak ada hitungan jam tempat itu telah menumpuk beberapa kantong plastik lagi.   Entah yang didapat dari pembelian bahan pokok di swalayan ataupun dari pembelian hal-hal yang sepele.   Berbagai ukuran dan warna.   Dari yang polos hingga yang digunakan sebagai promosi. Genap hitungan bulan kantong plastik itu telah menggunung. Ini baru keadaan di satu rumah tangga.   Tinggal dikalikan saja untuk ribuan rumah tangga yang ada di kota ini. Betapa berlimpahnya sampah kantong plastik yang kita dapat.   Belum terhitung sampah plastik lain tentunya.

Satu hal menarik ternyata tukang sampah dikomplek saya yang tiap hari mengumpulkan sampah dari rumah ke rumah dengan menggunakan gerobak paling enggang mengambil sampah bila sampah itu di letakkan di tempat sampah!   Maunya semua sampah telah diwadah dalam kantong plastik hingga tanpa perlu repot mereka tinggal mengambilnya dan melempar ke gerobak.  Praktis memang tapi pernahkah kita berfikir jauh alan efek dominonya?

Sampai detik ini saya hanya bisa dengan berat menenteramkan hati untuk menerima pemahaman bahwa memang baru sampai disinilah pemahaman dan tindakan kota ini dalam menangani maslah sampah terutama sampah non organik.   Mungkin satu titik nanti saya hanya bisa berkata “coba kalau ..” saat banjir tiba atau tanah ini mulai penuh dengan ranjau plastik!

Filed under: My Rebel Thinking


One Comments to “Ranjau Kantong Plastik”

  1. sampah? dududududududu…..
    kmren aku liat brita d Jak-utara, kasihan mereka kebnajiran air pasang air laut….
    apalagi yg jak-bar…banjirnya ya ampun… kaya peceren gtuw airnya…keruh + hitam mas..

    tapi aku pernah liat sampah plastik dibuat payung lho…jadi ada merknya “laurier” gtuw..

    tinggal bgmn pinter2nya mengelola sampah kan?

Leave a Reply

(required)

(required)


« Aku, si Buruk Rupa & WWF - Semangat Baru Setelah Lebaran »

About Me



About Mine

    RSS SamBizz

    • Self Coaching Practice
      Tak dipungkiri beberapa kali tercatat ketidak konsistenan merambah pada penulisan blog ini semenjak dibuat.  Alasan klasik, sibuk. Dan alasan yang tak dapat ditolerir adalah kemalasan.  Sementara kebosanan menjadi alasan yang menggantung menginat tulis menulis adalah sebuah passion bagi saya.  Saya tak ingin mencari kambing hitam.  Selain menerimanya sebagai […]
    • Belajar Dari Si Start Up Business
      Heterogen. Begitulah gambaran TDA Jaksel saat ini.  Semenjak penataan keanggotaan dan pembentukan KMM baru dimulai awal Februari lalu, lebih dari 65% anggota dan simpatisan [fresh blood] berkegiatan online di milist FB TDA Jaksel.  Terbilang 6 KMM Running Business dan 2 KMM Start Up Business terbentuk dengan anggota 7-10 orang yang terkumpul berdasarkan pemi […]

    RSS SamWords [Fiction]

    • Patok
      By Be Samyono (28082009-13.34)Kepalaku sudah dalam peciku, tubuhkupun telah berada dalam sarungku. Dan kini seperti beberapa tahun yang lalu aku kembali berada disini. Di Musholla ini. Musholla persinggahan. Tempat menumpang saat tarawih ramadhan datang.Tak ada yang berubah. Pilar kokoh berukir masihlah menaungi, muram berbalut tarikan benang jaring laba- […]
    • Aku “Dipaku Priaku” Mengucap
      By Be Samyono (17112008-09.30)Hanya terinspirasi begitu saat aku menuliskan fiksi “Dipaku Priaku”. Inspirasi dari beberapa teman dengan pengalaman serupa dan terispirasi dari rekan yang terlepas pasungnya. Sebaris email minggu aku terima dari seorang diantara mereka. Dari seorang AKU “DIPAKU PRIAKU” yang berucap:Hai Sahabatku yang Memahami Hatiku….Setelah se […]

    RSS SamLens [Photography]



My Bizz



My Networks



Category



Recently Writing

Recent Comments

  1. acep: komentar pertama nih, donasi yang bisa di berikan selain uang ap lagi ya???
  2. imgar: mas, apa kabar ? udah lama gak mampir di sini.. hehe..
  3. besamyo: sabar yah tante sepulang jalan-jalan after weekend ini :)
  4. retno hemawati: aku menanti sambungannya, ayo dong segera! hehe
  5. tante mitha ayu: sophie dah diceritain dongeng ny.luma blum sm ayah…:)
  6. sam: iyah nih bunda abin….. betul-betul minggu yang menguras emosi
  7. yna: duh kinan ngambek ya… skr dah ga lagi kan? :) tuk papa-mama, tetap semangat ya, itu wujud protes si kecil...
  8. Susan Noerina: Salam kenal yah Ka Sophie dari Zahia :-) Toss dulu ah Zahia juga ga suka sama yang kotor2. Hihihi,...
  9. koekoeh: happy b’day to sophie ^^!
  10. yaya: maaf kelebihan 1 huruf ;)
  11. yaya: Sophie dah gede aja :D
  12. tuteh: update… :P
  13. tuteh: Wew, buah jatuh nggak jauh dari pohon.. gitu ya, mas Sam? Hehehehe… salam buat keluarga (Sophie dan...
  14. bunda zikra: sophie, kamu lucu banget sih. iya tante setuju deh kalo kamu baby tuwir haha. zikra juga bisa dibilang...
  15. motik: halo sophie… salam kenal juga ya :) ya ampun sophie pinter banget nih ngomongnya udah lancar banget....
  16. bunda kimi: salam kenal kembali dari Mas Akhtar dan adik kimi, waduh..waduh…mbak Sophie sudah pinter banget...
  17. rahasiabunda: cerita yang indah dan menggelitik… luv u baby sophie

Syndicate

  1. RSS 2.0
  2. Atom
  3. RSS 2.0 (Comments)

Statbadge

I am:

Kunjungan:

  • 5 currently online
  • 26 maximum concurrent
  • 82662 total visitors


Socialite


    Komunitas MHI Tennis

    Promote Your Page Too