image
sambooks
Archieves under: Celoteh Sophie

Tengkurap

September 23rd, 2008

Tengkurap ala Sophie. Lebih tepat dikatakan begitu karena gaya tengkurap aku benar-benar berbeda. Hari ini hari pertama aku tengkurap. Awalnya Bunda terkejut karena aku sudah mulai aktif berpindah tempat. Bukan perpindahannya yang membuat Bunda geleng-geleng kepala tapi bagaimana pindahnya. Aku suka sekali mengangkat badanku dengan tumpuan kepala lalu serta merta menendangkan kaki dan mengangkat seluruh tubuhku hingga aku pindah posisi ke atas. Lalu keatas lagi dan keatas lagi. Arah tengkurappun selalu kekiri dan atas. Berbahaya sepertinya karena kepalaku benar-benar jadi tumpuan seluruh badan. Dan dasar gerakan ini yang aku pakai untuk tengkurap. Dengan mengangkat badan seperti mau kayang bertumpukan kepala aku membantingkan badan ke arah kiri … hup. Tengkuraplah aku! Benar-benar akrobatik. Bunda jadi takut melihatnya. Saat tengkurap, kepala beberapa detik sudah bisa aku tegakkan. Kalau sudah lelah, Bunda dan Ayah mulai menyemangatiku untuk tegakkan kepala kembali.

Aku yakin beberapa minggu ke depan tak hanya kepala yang bisa aku tegakkan tapi aku juga bisa menyangganya dengan tangan. Tapi melihat gerakanku yang extrem ini Ayah dan Bunda sepakat sering memijatkan aku. Ke tempat pijat baby yang memang tak jauh dari rumah kakek. Aku cocok pijat disana. Memang biasanya aku tak akan menangis tapi bila yang dipijat sudah sampai bagian dada dan leher. wah sudah deh … aku jadi menagis kencang. Habis itu diam deh. Memang sudah jadi kebiasaanku untuk tidak menagis lama apalagi hingga teriak-teriak. Pamali mungkin bagiku. Dari sejarah keluarga hanya aku yang punya gaya sendiri seperti ini. Nenek bilang semuanya tengkurap dengan normal. Abang Dika saja yang beda karena tengkurapnya tidak berjalan ke samping atau ke atas tapi malah kebawah. Ujar nenek lagi bila arah geraknya keatas seperti yang aku lakukan maka rejekinya akan terus menerus ada. Ah nenek sekali lagi pamali loh. Jodoh, rejeki dan mati khan Tuhan yang punya kuasa. Didoakan saja agar selalu sehat dan terakhmati. Amin-amin.[.......]

2 Comments; | Read on »

Kembali Tertangkap Di Negeri Orang

September 23rd, 2008

Tas kameraku dipundak aku letakkan di sebelah kakiku, tinggal ini saja yang tersisa karena lainnya telah masuk bagasi pesawat. Didepanku beberapa orang petugas imigrasi bermata sipit mengamati wajah dan dokumenku bergantian sembari menanyakan hal umum. Ini bukan penangkapanku yang pertama terjadi di negri ini. Aku sudah terbiasa. Tak perlu takut.

*******

Tahun 2003 tepatnya aku dan kakakku mempunyai masalah di kantor imigrasi Tuas saat kami akan meninggalkan Singapore menuju Malaysia dimana sialnya kakakku menghilangkan secarik kertas leave form yang saat masuk ke Singapura ini telah kami isi. Urusan jadi lebih lama di Imigrasi karena kami harus diinterogasi secara khusus di ruang tersendiri sementara penumpang lain menanti dengan tak sabar di Bus Continent. Kejadian Berulang 2 tahun kemudian. Perjalanan tengah malam dengan segebok oleh-oleh berupa peralatan logam justru membuahkan kesulitan saat menuju Singapore dari Malaysia. Entah kenapa data kami jadi sulit diakses sehingga hampir setengah jam kami tercekal di imigrasi. Bus yang hanya berisi 8 orang itupun terpaksa menunggu lama. Kapok! mungkin kata itulah yang tepat di katakan. April tahun ini beberapa kejadian terulang dan lebih buruk malah. Tertangkap 2 kali dan passpor hilang. Memang tak ada yang lebih buruk daripada kehilangan passpor di negri orang.[.......]

3 Comments; | Read on »

Sodomi Masal

September 18th, 2008

Era disket telah usai, Flash disk kini menggantikannya. Dan karena begitu mudahnya mencolak-colok flash disk, jadilah kebiasaan untuk mengambil file melalui flash disk tanpa mengingat resiko penularan virus. Praktek inipun terjadi di setiap akhir kuliah di Kampusku. Tiap ada teman presentasi ataupun dosen mengajar pasti lusinan flashdisk sudah antri untuk meminta copy file. Melelahkan dan tidak praktis memang karena beberapa teman dengan entengnya menitipkan flashdisk begitu saja. Padahal bila mau bersabar file cukup di copy beberapa orang yang kemudian di share. Namun rupanya pepatah makin tua makin bisa bersabar tak berlaku di kelas ini. Hingga pemandangan seperti ini menjadi jamak. Dan akupun sebagai orang yang dianggap melek teknologi selalu mendapat peran melakukan tugas ini. Padahal kadang aku heran apakah setiap copy-an ini sempat untuk dibaca! Bukannya malah menumpuk menjadi sampah digital. Tapi begitulah. Rupanya pepatah yang berlaku disini adalah makin tua makin pikun, karena habis ngopy selalu minta copy lagi karena lupa. Maklumlah!. Bukankah salah satu indikator seorang doktor itu adalah pelupa.

Beberapa dosen dengan senang hati akan mengijinkan kami mengcopy baik lewat assistennya atau kami kerjakan sendiri. Selebihnya mereka enggan memberikan karena toh hard copy telah dibagikan selain alasan malasnya melihat tumpukan flashdisk yang sudah antri di depan mereka. Atau bisa jadi mereka mengerti apa resiko “sodomi Masal” seperti ini. Aku sendiri lebih suka mempersiapkan file berbasis PDF bila ada indikasi rekan meminta copy file. Alasannya cukup sederhana, apalagi kalau bukan karena alasan kompability? Karena perbedaan versi seringkali rekan-rekan minta copy lagi gara-gara file yang dicopy tak bisa dibuka. Sepele memang tapi bila tak cukup seorang yang meminta dan tak cukup sekali dilakukan bikin bete juga. Tapi mau dikata apa kebanyakan dari temen-temen adalah gaptek mania, jadi mau tak mau keadaan ini ditelan saja.[.......]

5 Comments; | Read on »

Narcist

September 17th, 2008

Ayah dulu bilang kalau aku tak bakalan senarcist Ayah tapi sepertinya itu hanya kata-kata isapan jempol. Buktinya saat pertama kali bertemu ayah setelah 10 menit aku dilahirkan aku sudah gemar memandang kamera saat di potret. Dan kebiasaan itu terus berlanjut. Tak hanya bila ada kamera, saat ada HP di sodorkanke aku untuk memotretku pandanganku pasti tak jauh dari lensanya. Jadilah kebanyakan photoku adalah photo yang selalu menghadap kamera, dengan ekspresei tentunya.

Ayah punya kebiasaan untuk merayakan ulang bulanku dengan mengadakan photosession. Tujuan utamanya adalah semata untuk melihat dan memantau perkembanganku bulan demi bulan dalam bentuk dokumentasi. Selain menyalurkan keinginan Ayah dan Bunda untuk mendandaniku tentunya. Ulang bulan ke 2 yang jatuh 2 februari lalu jadi pangalam yang menggelakkan bagi Ayah dan Bunda. Minggu pagi ayah telah mempersiapkan mainan moo-ku di lantai atas. Disanapun telah berkumpul selimut orange yang didapat ayah dari IKEA plus beberapa pernik termasuk peralatan memotret ayah lengkap. Hari itu Ayah mengandalkan pencahayaan dari matahari yang terang masuk rumah untuk pemotretan ini.

Bunda tak kalah sibuk sedari pagi dia telah memandikanku dan menyiapkan propertiku. Baju karusel lengkap di padupadankan dengan topi little house. Dan sekitar jam 10-an Bunda telah menggendongku ke lantai atas dan mulai mendandaniku. Ampun panas banget hari ini. Aku jadi gelisah. AC rumah gak cukup menghalau ketidaknyamananku dengan memakai baju karusel ini. Akibatnya hanya bebrapa shoot aku sudah teriak tidak nyaman. Gambar-gambar tak didapat bagus dan Ayahpun menyerah. Bunda segera mengganti bajuku dengan yang lebih dingin tapi aku lebih suka nenen dulu. Photosession dihentikan.[.......]

1 Comment » | Read on »

Mirip Siapa

September 12th, 2008

Seringkali anggota keluarga, rekan kerabat dan orang-orang sekitar menebak-nebak mirip siapa aku ini. Sebagian bilang mirip Ayah tapi sebagian Menyangkal dan bilang aku mirip Bunda. Tapi ada juga yang bilang tak mirip kedua-duanya. Loh! Karena mereka bilang aku lebih mirip mereka. Ah! Nyama-nyamain yah. Seperti Tante Nur yang bilang aku cantik mirip dia atau papa Koko yang bilang aku pinter seperti dia. Duh!

Iseng-iseng Ayah minta Bunda perhatikan aku sehubungan dengan isue kemiripan ini yang selalu muncul tiap hari. Tidak saja tampilan fisik tapi juga kebiasaan-kebiasaanku. Mulailah Ayah Bunda menghitung kemiripan itu satu persatu sambil tertawa penuh gelak.

Kebiasaanku yang mirip Bunda adalah saat aku tidur. Petir dan guntur takkan mungkin bisa membangunkanku saat tidur. tidurpun bukan hal yang susah bagiku, tak ada kata rewel dan melelahkan dalam menidurkanku. meski saat bayi ini waktuku tak banyak untuk tidur seperti baby pada umumnya tapi kalau kena AC. Ditanggung aku pulas. Demikian juga soal pengertianku. Kata ayah aku bukan bayi yang rewel dan pengeluh. Juga sangat tahan banting disaat sakit sekalipun. Dan ini adalah warisan Bunda termasuk keramahanku pada semua yang menggendongku. Sementara Ayah mewariskan sikap pemilir dan ketegasan. sering aku kedapatan mengeryitkan dahi sambil menerawang jauh. Pun aku seringkali tegas dengan mauku. Ah ayah banget keras kepalanya. Dan begitu Ayah Bunda amati ternyata ada beberapa kebiasaanku yang sama persis seperti apa yang selalu dilakukan Ayah Bunda. Kembali soal tidur mimik wajahku persis Bunda tapi posisi kaki dan kebiasaan suka ditaruhin guling di punggungku bener-bener itu kebiasaan Ayah pun kebiasaanku kentut berbunyi nyaring. Ayah dan Bunda sampai takjub dengan kesamaan ini.[.......]

No Comments » | Read on »

About Me



About Mine

    RSS SamBizz

    • Smart Online Shop
      Fakum dari 1 kali pertemuan karena kesibukan masing-masing anggotanya, kembali KMM 5 tancap gas untuk berkumpul. Pertemuan yang sedianya akan dilakukan di Platter Setia Budi Building akhirnya dipindahkan ke Frankfurt untuk memenuhi kebutuhan WIFI. seperti biasa aura kekhasan KMM 5 mulai terasa begitu Saya, Pak Hendra, Pak Khidir, Pak Idham, Pak Taufan, dan […]
    • Rencana Bisnis Pentingkah?
      Kembali saya datang kepagian ke Jatipadang, tempat "markas" TDA Jaksel menggelar acara rutin kelas edukasi internal. Effort saya biasanya berlipat bila satu event digelar di hari sabtu atau minggu karena lokasi rumah berada di Jakarta Timur. Tapi beruntung sabtu 27 Februari kemarin jalanan cukup lengang dan semangat saya untuk hadir memberikan ef […]

    RSS SamWords [Fiction]

    • Patok
      By Be Samyono (28082009-13.34)Kepalaku sudah dalam peciku, tubuhkupun telah berada dalam sarungku. Dan kini seperti beberapa tahun yang lalu aku kembali berada disini. Di Musholla ini. Musholla persinggahan. Tempat menumpang saat tarawih ramadhan datang.Tak ada yang berubah. Pilar kokoh berukir masihlah menaungi, muram berbalut tarikan benang jaring laba- […]
    • Aku “Dipaku Priaku” Mengucap
      By Be Samyono (17112008-09.30)Hanya terinspirasi begitu saat aku menuliskan fiksi “Dipaku Priaku”. Inspirasi dari beberapa teman dengan pengalaman serupa dan terispirasi dari rekan yang terlepas pasungnya. Sebaris email minggu aku terima dari seorang diantara mereka. Dari seorang AKU “DIPAKU PRIAKU” yang berucap:Hai Sahabatku yang Memahami Hatiku….Setelah se […]

    RSS SamLens [Photography]



My Bizz



My Networks



Category



Recently Writing

Recent Comments

  1. tante mitha ayu: sophie dah diceritain dongeng ny.luma blum sm ayah…:)
  2. sam: iyah nih bunda abin….. betul-betul minggu yang menguras emosi
  3. yna: duh kinan ngambek ya… skr dah ga lagi kan? :) tuk papa-mama, tetap semangat ya, itu wujud protes si kecil...
  4. Susan Noerina: Salam kenal yah Ka Sophie dari Zahia :-) Toss dulu ah Zahia juga ga suka sama yang kotor2. Hihihi,...
  5. koekoeh: happy b’day to sophie ^^!
  6. yaya: maaf kelebihan 1 huruf ;)
  7. yaya: Sophie dah gede aja :D
  8. tuteh: update… :P
  9. tuteh: Wew, buah jatuh nggak jauh dari pohon.. gitu ya, mas Sam? Hehehehe… salam buat keluarga (Sophie dan...
  10. bunda zikra: sophie, kamu lucu banget sih. iya tante setuju deh kalo kamu baby tuwir haha. zikra juga bisa dibilang...
  11. motik: halo sophie… salam kenal juga ya :) ya ampun sophie pinter banget nih ngomongnya udah lancar banget....
  12. bunda kimi: salam kenal kembali dari Mas Akhtar dan adik kimi, waduh..waduh…mbak Sophie sudah pinter banget...
  13. rahasiabunda: cerita yang indah dan menggelitik… luv u baby sophie

Syndicate

  1. RSS 2.0
  2. Atom
  3. RSS 2.0 (Comments)

Statbadge

Warning: number_format() expects parameter 1 to be double, string given in /home/besamyo/public_html/samroads/wp-content/plugins/blog-stats/blog-stats.php on line 66

  1. Pagerank:
    /10
  2. Technorati Rank: 600,161
  3. Alexa Rank: 1,530,355

I am:

Kunjungan:

  • 5 currently online
  • 80 maximum concurrent
  • 49177 total visitors


Socialite


    Komunitas MHI Tennis

    Promote Your Page Too