image
sambooks

Matah Ati: Langendriyan Yang Dibesut Ala Broadway

May 20th, 2011

By Be Samyono [14052011-00.30-01.30]

Siapa bilang kesenian tradisional Indonesia tidak mempunyai opera? Langendriyan adalah buktinya.  Seni berpakem jawa ini memadukan tari dengan nyayian / tembang dalam satu pertunjukan.  Dan ditangan Atilah Suryajaya warga turunan kraton Mangkunegaran Solo ini membesut episode opera jawa kuno langendriyan menjadi tontonan apik yang dibawa pada konteks kekinian.  Konsep yang harus ditampilkan untuk menyelipkan budaya lama ini pada era apresiasi budaya yang mulai pudar.

Memadukan sendratari, ketoprak, tari klasik dan pagelaran wayang kulit yang digarap selama 2 tahun terciptalah Matah Ati.  Seni kolosal yang pertama digelar di Explanade Singapura Nopember lalu bertepatan dengan pesta budaya Asia Tenggara.  Pertunjukan berdurasi 2,5 jam ini tak saja memperoleh sambutan yang gempita namun juga apresiasi yang bertubi akan kreatifitas menjadikan seni pertunjukan tradisional sejajar dengan pentas broadway si orang bule.  Tak salah bila Atila berupaya memboyong pertunjukan ini untuk di tonton di negrinya sendiri.  6 bulan berselang  barulah anak negri bisa melihat pertunjukan tradisional mereka di TIM yang terjadwal bulan ini selama 4 hari berturut-turut. Dengan tiket yang dibandrol Rp 200 ribu hingga 750 ribu.

Pagelaran yang mengambil epik kisah nyata drama heroik Rubiah dari desa Matah dan bangsawan raden mas Said / Pangeran Samber Nyowo yang kelak akan menurunkan raja-raja Kraton Mangkunegaran Solo dikemas sangat cerdik tidak saja memadukan semua ragam tari, tata busa dan budaya asli solo namun juga penggunaan teknologi dan tata panggung yang cukup high tech.  Lihat saja panggung garapan Jay Subiyakto yang di beri kemiringan 15 derajat demi memanjakan mata penonton yang memberikan efek 3 dimensi.  Tak sekedar miring namun panggungpun bisa terbuka bagian tengahnya berikut efek tali sling dan bahan peledak di beberapa bagian.  Intinya kembali agar paket tradisional ini bisa dirasakan menjadi hal baru yang tidak ketinggalan jaman namun mampu untuk selaras dengan keinginan jaman itu sendiri tanpa meninggalkan hal yang bersifat pakem.

Tak berhenti disitu.  Update kekinianpun ditampilkan di tengah acara oleh sentilan segar ala “srimulat” yang dikemas apik.  Mengkritik tanpa memanaskan telinga.  Ambil contoh beberapa kasus suap yang marak belakangan ini.  Hingga guyonan fulgar ala Melinda Dee yang membandingkan 20 M hasil jarahannya dengan aset pribadinya yang supersize 20 Kg itu.  Tak pelak guyonan berbahasa indonesia ini memancing tawa lebih dari 800orang yang hadir di pertunjukan perdana malam 13 Mei di TIM Jakarta.

Tanpa mengurangi gegap gempita pujian akan besutan ini saya sebagai pecinta seni memberi catatan pinggir Bahwa sangat disayangkan bahwa pertunjukan ini tidak bisa maksimal di gelar di negri sendiri.  Gedung TIM yang baru rasanya masih kurang sempurna tata suaranya sehingga rentak gamelan dan suara pelatun terkesan tidak maksimal.  Pun suporting gedung seperti hall untuk menunggu ataupun tempat parkir masih jauh dari yang diharapkan.  Hingga antrian panjang dan kurangnya parkir menjadi hambatan tersendiri.  Dan hal ini ditambah dengan atitude penonton kita yang belum bisa mengapresiasi sebuah pertunjukan secara utuh.  Misalnya dengan datang terlambat, sibuk memotret saat pertunjukan ataupun tak disiplin dalam hal antrian.

Bisa dibayangkan selama apresiasi kita masih minim dan dukungan gedung pertunjukan yang tidak layak secara standar internasional jangan harap seni pertunjukan akan hidup di negeri sendiri.  Hingga efek konyol terjadi dimana pertunjukan lebih mengorbankan bidang olahraga dengan diambilnya tempat stadion atau lapangan tennis sebagai arena pertunjukan.  Dan matah ati-atah ati yang lain yang telah berjuang memodernkan diri tak akan bisa dihargai di negerinya sendiri.  Alangkah memalukannya bila malah negera lain justru lebih mengapresiasikannya.  Dan jangan kecewa bila satu saat nanti justru mereka yang merasa berhak memiliki.

Filed under: My Journey


Leave a Reply

(required)

(required)


« Voyage De La Vie – RWS - Belum Ada Kata Jaya di Jayapura »

About Me



About Mine

    RSS SamBizz

    • Membangun KMB berbasis Coaching
      Terlihat satu pasangan tergelak tawa, yang lain begitu bersemangat saling tanya dan sebagian lainnya terlihat kebingungan dengan apa yang diperbuat.  Komentarpun bermunculan.  Mulai dari  kata sulit, bingung dengan pertanyaan yang akan dilempar hingga kesulitan untuk mengetahui permasalahan rekan pasangannya.  Itulah sekelumit gambaran yang terjadi  saat aca […]
    • Self Coaching Practice
      Tak dipungkiri beberapa kali tercatat ketidak konsistenan merambah pada penulisan blog ini semenjak dibuat.  Alasan klasik, sibuk. Dan alasan yang tak dapat ditolerir adalah kemalasan.  Sementara kebosanan menjadi alasan yang menggantung menginat tulis menulis adalah sebuah passion bagi saya.  Saya tak ingin mencari kambing hitam.  Selain menerimanya sebagai […]

    RSS SamWords [Fiction]

    • Patok
      By Be Samyono (28082009-13.34)Kepalaku sudah dalam peciku, tubuhkupun telah berada dalam sarungku. Dan kini seperti beberapa tahun yang lalu aku kembali berada disini. Di Musholla ini. Musholla persinggahan. Tempat menumpang saat tarawih ramadhan datang.Tak ada yang berubah. Pilar kokoh berukir masihlah menaungi, muram berbalut tarikan benang jaring laba- […]
    • Aku “Dipaku Priaku” Mengucap
      By Be Samyono (17112008-09.30)Hanya terinspirasi begitu saat aku menuliskan fiksi “Dipaku Priaku”. Inspirasi dari beberapa teman dengan pengalaman serupa dan terispirasi dari rekan yang terlepas pasungnya. Sebaris email minggu aku terima dari seorang diantara mereka. Dari seorang AKU “DIPAKU PRIAKU” yang berucap:Hai Sahabatku yang Memahami Hatiku….Setelah se […]

    RSS SamLens [Photography]



My Bizz



My Networks



Category



Recently Writing

Recent Comments

  1. acep: komentar pertama nih, donasi yang bisa di berikan selain uang ap lagi ya???
  2. imgar: mas, apa kabar ? udah lama gak mampir di sini.. hehe..
  3. besamyo: sabar yah tante sepulang jalan-jalan after weekend ini :)
  4. retno hemawati: aku menanti sambungannya, ayo dong segera! hehe
  5. tante mitha ayu: sophie dah diceritain dongeng ny.luma blum sm ayah…:)
  6. sam: iyah nih bunda abin….. betul-betul minggu yang menguras emosi
  7. yna: duh kinan ngambek ya… skr dah ga lagi kan? :) tuk papa-mama, tetap semangat ya, itu wujud protes si kecil...
  8. Susan Noerina: Salam kenal yah Ka Sophie dari Zahia :-) Toss dulu ah Zahia juga ga suka sama yang kotor2. Hihihi,...
  9. koekoeh: happy b’day to sophie ^^!
  10. yaya: maaf kelebihan 1 huruf ;)
  11. yaya: Sophie dah gede aja :D
  12. tuteh: update… :P
  13. tuteh: Wew, buah jatuh nggak jauh dari pohon.. gitu ya, mas Sam? Hehehehe… salam buat keluarga (Sophie dan...
  14. bunda zikra: sophie, kamu lucu banget sih. iya tante setuju deh kalo kamu baby tuwir haha. zikra juga bisa dibilang...
  15. motik: halo sophie… salam kenal juga ya :) ya ampun sophie pinter banget nih ngomongnya udah lancar banget....
  16. bunda kimi: salam kenal kembali dari Mas Akhtar dan adik kimi, waduh..waduh…mbak Sophie sudah pinter banget...
  17. rahasiabunda: cerita yang indah dan menggelitik… luv u baby sophie

Syndicate

  1. RSS 2.0
  2. Atom
  3. RSS 2.0 (Comments)

Statbadge

I am:

Kunjungan:

  • 5 currently online
  • 26 maximum concurrent
  • 83853 total visitors


Socialite


    Komunitas MHI Tennis

    Promote Your Page Too