Hampir sepuluh bulan usiaku. Saatnya Bunda membuka-buka buku untuk mengevaluasi pertumbuhanku. Dan kembali Bunda menanyakan padaku.
“Giginya mana?”
“Hehe” Jawabku tertawa
“Blon juga nongol yah bunda?” Tanya ayah ikut kawatir.

Tak dapat disangkat ocehanku memang dahsyat mulai umur 6 bulan. Bahkan diusia sekarang aku sudah bisa memanggil kata ayah, bilang air, nenek, mimik, dan beberapa kata lain yang dengan amat jelas terucap fasih akupun telah bisa meminta sesuatu dengan menangkupkan tangan dan bilany “wun” atau bertepuk tangan saat aku gembira. Namun untuk urusan gigi rasanya Bunda masih berharap-harap cemas. Bukan itu saja kemampuanku untuk duduk dan merangkakpun menambah kecemasan itu. Aku belum bisa du
[…….]