image
sambooks

Pengikat Kami

December 11th, 2007

By Be Samyono (02122007.20.46)

Tak jarang Bunda berandai-andai seperti apa aku kelak. Bunda berharap aku seperti bunda yang tak “neko-neko” karena Bunda seringkali mengelus dada sambil terbahak melihat tingkah Ayah yang kadang “ajaib”. Tapi Ayah tak mau kalah berharap aku seperti dia yang banyak bisanya dan mandiri. Wah rame deh kalo sudah beradu argumen begini. Dan selalu berakhir dengan saling meledek. Ayah dan Bunda memang tak banyak mempunyai kesamaan. Dari makanan, selera akan barang, keinginan hingga tempat-tempat favorite. Meskipun ada beberapa hal yang sama tapi ujungnya bertolak belakang. Contohnya soal makanan. Ayah senang sekali makan makanan ekstrem seperti sushi, rujak cingur, bebek atau buah mentah saat Bunda lebih doyan makanan yang normal dan selamat dimakan. Kalaupun mereka sama-sama penyuka mangga muda, Ayah akan memakan daging sebelah luar sementara Bunda bagian dalamnya. Perbedaan ini memang tak pernah dibawa menjadi satu perdebatan karena sepertinya masing-masing sudah tahu batas wilayah kesukaannya masing-masing. Hingga Bundapun tak pernah memaksa Ayah suka duren dan Ayahpun tak pernah memaksa Bunda suka bebek dengan alasan supaya tidak saling mengurangi jatah. Duh lucunya.

Kadang aku heran dengan begitu banyak perbedaan ini apa yang menyatukan Ayah dan Bunda. Sekali waktu pernah kudengar Ayah mengatakan Bundalah penyeimbang hidupnya. Seseorang yang selalu bisa membuatnya berusaha untuk memberikan yang terbaik dan mendapatkan ketentraman di hidupnya. Dan aku semakin menyakini bahwa dibalik begitu banyak perbedaan yang dimiliki Ayah Bunda ada sesuatu yang besar sebagai pengikat. Bukan hanya sebentuk cinta namun juga satu keikhlasan untuk mewujudkan satu konsep dan tujuan hidup yang sama. Dan aku adalah satu rencana terindah didalamnya. Buktinya saat Usiaku tepat 7 bulan lalu ayah mengirimkan sms berupa doa kepada Bunda. “Semoga baby kita mendapat bahagia atas hadirnya diantara kita, amin”

Kuharap itu apa yang kami punya ini menjadi pengikat bagi kami selamanya.

Filed under: Celoteh Sophie


4 Comments to “Pengikat Kami”

  1. evan says:

    Usul Om. Pas Ultah, Om bikin aja diskusi soal Ki Hajar Dewantoro (& cucunya yg sekarang lagi ngetop di ranah Infotainment). :-)

  2. YNa says:

    amin..
    dan si cantik nanti bakal melengkapi ikatan yg ada semakin kuat ;)

  3. smoga aja nanti bisa ada dua-duanya, mirip ayah dan Bunda…
    jadi kalo pas makan daging, dimakan semuanya bagian dalam dan luarnya :D ntar pasti bsa menyatukan ayah ma bundanya..
    tinggal berapa minggu or hari lagi nih?
    menghitung hari yuks

  4. Mas, paragraf pertama memang sengaja diulang ke paragraf kedua ato gmn nih??

    Oia, minta ijin nge-link ke site kalian yah.. tq!

    :)

Leave a Reply

(required)

(required)


« Tak Senarsis Ayah - Nervous »

About Me



About Mine

    RSS SamBizz

    • Smart Online Shop
      Fakum dari 1 kali pertemuan karena kesibukan masing-masing anggotanya, kembali KMM 5 tancap gas untuk berkumpul. Pertemuan yang sedianya akan dilakukan di Platter Setia Budi Building akhirnya dipindahkan ke Frankfurt untuk memenuhi kebutuhan WIFI. seperti biasa aura kekhasan KMM 5 mulai terasa begitu Saya, Pak Hendra, Pak Khidir, Pak Idham, Pak Taufan, dan […]
    • Rencana Bisnis Pentingkah?
      Kembali saya datang kepagian ke Jatipadang, tempat "markas" TDA Jaksel menggelar acara rutin kelas edukasi internal. Effort saya biasanya berlipat bila satu event digelar di hari sabtu atau minggu karena lokasi rumah berada di Jakarta Timur. Tapi beruntung sabtu 27 Februari kemarin jalanan cukup lengang dan semangat saya untuk hadir memberikan ef […]

    RSS SamWords [Fiction]

    • Patok
      By Be Samyono (28082009-13.34)Kepalaku sudah dalam peciku, tubuhkupun telah berada dalam sarungku. Dan kini seperti beberapa tahun yang lalu aku kembali berada disini. Di Musholla ini. Musholla persinggahan. Tempat menumpang saat tarawih ramadhan datang.Tak ada yang berubah. Pilar kokoh berukir masihlah menaungi, muram berbalut tarikan benang jaring laba- […]
    • Aku “Dipaku Priaku” Mengucap
      By Be Samyono (17112008-09.30)Hanya terinspirasi begitu saat aku menuliskan fiksi “Dipaku Priaku”. Inspirasi dari beberapa teman dengan pengalaman serupa dan terispirasi dari rekan yang terlepas pasungnya. Sebaris email minggu aku terima dari seorang diantara mereka. Dari seorang AKU “DIPAKU PRIAKU” yang berucap:Hai Sahabatku yang Memahami Hatiku….Setelah se […]

    RSS SamLens [Photography]



My Bizz



My Networks



Category



Recently Writing

Recent Comments

  1. tante mitha ayu: sophie dah diceritain dongeng ny.luma blum sm ayah…:)
  2. sam: iyah nih bunda abin….. betul-betul minggu yang menguras emosi
  3. yna: duh kinan ngambek ya… skr dah ga lagi kan? :) tuk papa-mama, tetap semangat ya, itu wujud protes si kecil...
  4. Susan Noerina: Salam kenal yah Ka Sophie dari Zahia :-) Toss dulu ah Zahia juga ga suka sama yang kotor2. Hihihi,...
  5. koekoeh: happy b’day to sophie ^^!
  6. yaya: maaf kelebihan 1 huruf ;)
  7. yaya: Sophie dah gede aja :D
  8. tuteh: update… :P
  9. tuteh: Wew, buah jatuh nggak jauh dari pohon.. gitu ya, mas Sam? Hehehehe… salam buat keluarga (Sophie dan...
  10. bunda zikra: sophie, kamu lucu banget sih. iya tante setuju deh kalo kamu baby tuwir haha. zikra juga bisa dibilang...
  11. motik: halo sophie… salam kenal juga ya :) ya ampun sophie pinter banget nih ngomongnya udah lancar banget....
  12. bunda kimi: salam kenal kembali dari Mas Akhtar dan adik kimi, waduh..waduh…mbak Sophie sudah pinter banget...
  13. rahasiabunda: cerita yang indah dan menggelitik… luv u baby sophie

Syndicate

  1. RSS 2.0
  2. Atom
  3. RSS 2.0 (Comments)

Statbadge

Warning: number_format() expects parameter 1 to be double, string given in /home/besamyo/public_html/samroads/wp-content/plugins/blog-stats/blog-stats.php on line 66

  1. Pagerank:
    /10
  2. Technorati Rank: 600,161
  3. Alexa Rank: 1,530,355

I am:

Kunjungan:

  • 6 currently online
  • 80 maximum concurrent
  • 46764 total visitors


Socialite


    Komunitas MHI Tennis

    Promote Your Page Too