image
sambooks

Sebuah Hukuman dari Sophie (Catatan Ayah)

April 5th, 2010

By Be Samyono (24032010-08.41)

Tak ada yang lebih menyakitkan selain menghadapi rasa penolakan seorang anak.  Saya tidak pernah membayangkan bila Sophie bisa melakukannya sedini ini.  Saya dan Bundanya mencoba memahami kondisi yang tengah terjadi, mencoba tak membebankan kesalahan namun segera berupaya mencari solusi.  Keyakinan kami cukup sederhana.  Tak ada permasalahan yang tidak bisa dipecahkan.  Itu saja.  Dan lebih jelasnya kami tak ingin terlambat dan  memdapat rasa bersalah yang akan kami tuai nantinya.

Tak disangka bulan Maret ini jadwal saya dan jadwal Bunda begitu padat.  Beberapa kali kami tak bisa pulang tepat waktu.  Kadang larut dan seringkali tiba disaat Sophie sudah tidur.  Meskipun ada waktu 2 jam dipagi hari untuk bersamanya namun sepertinya tetap ada waktu kebersamaan yang kurang.  Waktu sabtu minggu biasanya kami coba memaksimalkan kebersamaan dengan dirinya, sebagai waktu kompensasi.  Mengajaknya main atau pergi yang memang khusus untuk dirinya.  Harapannya Sophie bisa melihat kondisi ini lebih proporsional dan dia sama sekali tidak merasa di nomor duakan dibandingkan pekerjaaan kami.  Karena kami telah mengajarkan pengertian kenapa kami harus meninggalkannya dan bekerja.  Kembali ternyata semua ini belumlah cukup.

Puncaknya minggu lalu saat kami harus ke Jogja untuk menghadiri pernikahan saudara yang mendadak dimana kemungkinan untuk mengajak Sophie amat tidak memungkinkan.  Kamipun pergi disaat Sophie tertidur lelap kelelahan karena kami mengajaknya jalan-jalan dahulu untuk menghabiskan waktu bersama dia sebelum keberangkatan.  Benak kami mengkawatirkan bahwa sophie akan rewel dan mencari-cari kami.  Untuk itu kamipun berupaya selalu kontak dengan dia lewat telpon guna memantaunya.   Kami bayangkan saat kami pulang dua hari kemudian kami akan melihat Sophie berlari riang ke arah kami dan lengket takkan mau melepaskan.

Moment kepulangan kami sama sekali jauh dari bayangan kami.  Dia memandang kedatangan kami dengan biasa saja, perhatiannya lebih ke arah pesawat terbang.  Malah dikiranya dia akan pergi dengan pesawat saat menjemput kami.  Dan ternyata penolakan lainnya berlanjut. Malamnya dia tak menginginkan untuk tidur bersama kami.  Dia lebih memilih untuk tidur di luar kamar bersama nenek.  Dan semua dilakukannya dengan menangis.  Saat itu saya merasa hampa.  Terkejut sekaligus putus asa.  Saya tiak pernah membayangkan Sophie menjauh dari kami.  Logikanya bila seorang anak ditinggal oleh orang tuanya dia akan merindukan tapi Sophie mengambil sisi yang berbeda.  Saya merasa seperti dihukum.

Biasanya saya akan segera emosi untuk menanggapi hal-hal seperti ini, seperti induk ayam yang mulai bertaji mempertahankan teritorialnya. Namun hukuman ini terasa menyentak.  Saya hanya bisa berkata lirih pada Bunda Sophie.  “Bunda, ada sesuatu yang salah.  Kita harus segera memperbaikinya,”  Bunda hanya mengangguk pelan, diikutinya Sophie yang menangis keras sambil keluar kamar mencari neneknya.  Digendongnya dan diserahkan ke saya.  Bunda menemui nenek dikamarnya untuk tidak keluar dan mengulurkan bantuan.  Kami bujuk Sophie mengatakan nenek sudah tidur.  Saya tahu Sophie akan menerima semua alasan bila logis dan dia bisa buktikan.  Meski tangisnya tak reda tapi dia menuruti kata kami.  Malam itu dia tidur bersama kami dengan sesenggukan.  Kami tidak bilang kami memangkan hukuman ini karena jauh dari itu  masih ada pekerjaan rumah yang cukup berat untuk bisa meyakinkan Sophie.  Meyakinkan bahwa keberadaannya mempunyai arti lebih dan tak ada pengabaian atas keberadaannya.

Saya tahu akan sulit mengasuh anak dalam 2 kendali.  Seperti halnya kami yang menyerahkan sebagian besar asuhan Sophie pada Kakek & Neneknya.  Beruntung Kakek & Nenek Sophie cukup kooperatif dalam menerapkan pola asuh.  Namun demikian sangat manusiawi ada perbedaan aturan dan cara.  Sejauh itu terkontrol saya selalu meminta Bunda untuk memakluminya.  Satu hal yang penting untuk menanamkan kepada anak akan perbedaan pola asuh ini sehingga dia tahu akan keragaman lingkungan. Namun saat sesuatu yang tidak bisa di kontrol muncul.  Mungkin peran pengertian untuk bisa mengkomunikasikan dan memahami akar permasalahan untuk mendapatkan solusi amat sangat diperlukan.  Utamanya kerjasama pihak pengasuh sangat penting.

Bisa jadi ini satu problem yang jamak terjadi dalam keluarga modern dimana proses pengasuhan anak tidak bisa di tangani sepenuhnya oleh orang tua.  Kita harus berbagi proses asuh kepada orang tua ataupun kepada tenaga profesional seperti baby sitter.  Masalah seringkali muncul saat anak-anak mulai dekat dengan mereka daripada dengan orang tua.  Pengabaian inilah yang bisa di cerna secara beragam.  Mungkin ini akan berlangsung temporary atau malah selamanya tergantung keinginan kita sejauh mana mengembalikan peran kita sebagai orang tua.  Saya dan Bunda belum bisa memastikan apakah kami bisa segera keluar dari hukuman ini segera. Namun setidaknya kami tidak ingin ini berlangsung lebih lama lagi.  Terlebih hanya memberikan kata jangan dan jangan kepada Kakek dan Nenek yang over perhatian kepada Sophie.  Saatnya kami harus memberikan satu bukti kepedulian dan saatnya kami memberikan esensi lebih dalam menerapkan pola asuh apa lagi kalau bukan KETELADANAN.  Moga langkah ini kembali menyatukan kami.

Filed under: My Journey


2 Comments to “Sebuah Hukuman dari Sophie (Catatan Ayah)”

  1. yna says:

    duh kinan ngambek ya… skr dah ga lagi kan? :) tuk papa-mama, tetap semangat ya, itu wujud protes si kecil hehe

Leave a Reply

(required)

(required)


« Anehnya Aku - Rayuan Pagi »

About Me



About Mine

    RSS SamBizz

    • Smart Online Shop
      Fakum dari 1 kali pertemuan karena kesibukan masing-masing anggotanya, kembali KMM 5 tancap gas untuk berkumpul. Pertemuan yang sedianya akan dilakukan di Platter Setia Budi Building akhirnya dipindahkan ke Frankfurt untuk memenuhi kebutuhan WIFI. seperti biasa aura kekhasan KMM 5 mulai terasa begitu Saya, Pak Hendra, Pak Khidir, Pak Idham, Pak Taufan, dan […]
    • Rencana Bisnis Pentingkah?
      Kembali saya datang kepagian ke Jatipadang, tempat "markas" TDA Jaksel menggelar acara rutin kelas edukasi internal. Effort saya biasanya berlipat bila satu event digelar di hari sabtu atau minggu karena lokasi rumah berada di Jakarta Timur. Tapi beruntung sabtu 27 Februari kemarin jalanan cukup lengang dan semangat saya untuk hadir memberikan ef […]

    RSS SamWords [Fiction]

    • Patok
      By Be Samyono (28082009-13.34)Kepalaku sudah dalam peciku, tubuhkupun telah berada dalam sarungku. Dan kini seperti beberapa tahun yang lalu aku kembali berada disini. Di Musholla ini. Musholla persinggahan. Tempat menumpang saat tarawih ramadhan datang.Tak ada yang berubah. Pilar kokoh berukir masihlah menaungi, muram berbalut tarikan benang jaring laba- […]
    • Aku “Dipaku Priaku” Mengucap
      By Be Samyono (17112008-09.30)Hanya terinspirasi begitu saat aku menuliskan fiksi “Dipaku Priaku”. Inspirasi dari beberapa teman dengan pengalaman serupa dan terispirasi dari rekan yang terlepas pasungnya. Sebaris email minggu aku terima dari seorang diantara mereka. Dari seorang AKU “DIPAKU PRIAKU” yang berucap:Hai Sahabatku yang Memahami Hatiku….Setelah se […]

    RSS SamLens [Photography]



My Bizz



My Networks



Category



Recently Writing

Recent Comments

  1. tante mitha ayu: sophie dah diceritain dongeng ny.luma blum sm ayah…:)
  2. sam: iyah nih bunda abin….. betul-betul minggu yang menguras emosi
  3. yna: duh kinan ngambek ya… skr dah ga lagi kan? :) tuk papa-mama, tetap semangat ya, itu wujud protes si kecil...
  4. Susan Noerina: Salam kenal yah Ka Sophie dari Zahia :-) Toss dulu ah Zahia juga ga suka sama yang kotor2. Hihihi,...
  5. koekoeh: happy b’day to sophie ^^!
  6. yaya: maaf kelebihan 1 huruf ;)
  7. yaya: Sophie dah gede aja :D
  8. tuteh: update… :P
  9. tuteh: Wew, buah jatuh nggak jauh dari pohon.. gitu ya, mas Sam? Hehehehe… salam buat keluarga (Sophie dan...
  10. bunda zikra: sophie, kamu lucu banget sih. iya tante setuju deh kalo kamu baby tuwir haha. zikra juga bisa dibilang...
  11. motik: halo sophie… salam kenal juga ya :) ya ampun sophie pinter banget nih ngomongnya udah lancar banget....
  12. bunda kimi: salam kenal kembali dari Mas Akhtar dan adik kimi, waduh..waduh…mbak Sophie sudah pinter banget...
  13. rahasiabunda: cerita yang indah dan menggelitik… luv u baby sophie

Syndicate

  1. RSS 2.0
  2. Atom
  3. RSS 2.0 (Comments)

Statbadge

Warning: number_format() expects parameter 1 to be double, string given in /home/besamyo/public_html/samroads/wp-content/plugins/blog-stats/blog-stats.php on line 66

  1. Pagerank:
    /10
  2. Technorati Rank: 600,161
  3. Alexa Rank: 1,530,355

I am:

Kunjungan:

  • 4 currently online
  • 80 maximum concurrent
  • 49554 total visitors


Socialite


    Komunitas MHI Tennis

    Promote Your Page Too