By Be Samyono (20022008.17.01)
Sering kali saat menggendong Baby Sophie anak saya, setiap jengkal muka dan rambutnya tak pernah luput dari pandangan saya. Saya selalu takjub dengan keberadaan dia di gendongan saya. Merasakan bagian lain dari diri dan cinta saya menjelma menjadi seorang bayi. Tidak saja ketakjuban saya berhenti karena melihat kondisi fisiknya yang sehat dan menduplikasi fisik saya dan Bundanya tapi juga melihat kondisi psikisnya yang sering kali membuat saya tertawa juga terkadang kawatir berlebihan. Satu hal yang saya syukuri adalah keberadaan dan kelonggaran waktu bagi kami untuk selalu bisa bertemu dan berkumpul hingga saya selalu bisa melihat perkembangan Baby Sophie dari waktu kewaktu. Kalaupun saya dikantor Bundanya tak pernah lupa untuk mengirimkan photo-photo si kecil bersama perkembangannya lewat MMS. Dan moment keajaiban itu selalu tak luput saya dapatkan.
Saat 10 menit setelah Baby Sophie lahir dan saya menemuinya, saya menemui keajaiban saya yang pertama. Baby Sophie tersenyum pada saya sembari mengeluarkan suara dan meraih uluran saya lewat tangannya yang lemah. Diapun seakan bahagia hadir diantara kami. Saya meneteskan airmata! Pun ketika saya keluarkan HP untuk memotretnya dan Baby Sophie tak melepaskan pandangan dari kamera, saya jadi tergelak. Menemui perangai Baby Sophie yang tak jauh dari sikap sadar kamera yang ada pada saya.
Hampir sebulan ini begitu banyak keajaiban yang saya temui dan itu semua umumnya adalah hal pertama yang terjadi pada dia. Seperti keluarnya air mata, usahanya untuk tidur miring, meraih mainan, mendengar suaranya, kemarahannya, hal yang dia suka dan tidak suka, termasuk saat dia mulai digundul. Saya tak bisa melupakan bagaimana reaksi dia yang dengan cepatnya bisa ngenyot & nenen dengan cepat begitu dilahirkan. Bagitupun saat dia langsung bisa mengenyot ASI yang dimasukkan ke dalam botol dan tanpa masalah baginya untuk pindah dari nenen ke Bundanya ataupun nenen dari botol.
Tapi tak semua keajaiban yang saya dapat membuat saya bersorak kadang malah saya kawatir seperti saat menangisnya berkepanjangan, lehernya iritasi karena keringat, kulitnya mengelupas karena pergantian, suara nafasnya berat atau saat pusarnya puput. Untungnya semua dalam batas normal dan merupakan proses alami. ketidaktahuan sayalah yang justru memicu kekawatiran ini. Bundanyalah yang selalu menenangkan saya begitu kebingungan saya memuncak.
Bisa jadi keajaiban yang saya alami adalah satu proses normal yang berjalan bersama waktu perkembangan seorang anak dan umum terjadi pada anak-anak. Namun bagi saya itu tetaplah keajaiban yang harus saya syukuri. Dan tetaplah merupakan keajaiban karena saya tak pernah membayangkan hidup saya akan dilengkapi dan dibawa sejauh ini. Dihadirkan bersama mereka yang saya cinta.
Mimpipun saya tak pernah berani membayangkan sebelumnya!
Terima kasih Tuhan
2 comments
melihatnya setiap detik jd sangat berarti ya Sam :). klo di rumah, sayalah yg paling sering panik klo abin knapa2. papanya sih nyantai aja, dah pengalaman hehe..
mana dunk foto2 kinan. kangen nih..
huhuhu..jadi terharu bacanya..
kapan ya..keajaiban itu aku alami juga..? 😀